08 Nov 2018 09:37

Sumendap Cs Berburu Restu Partai, PDIP-Golkar Tunggu Hasil Pileg

MyPassion

MANADO—Tahapan pemilihan wali kota (pilwako) Manado baru akan dimulai tahun depan. Namun tensi politik perebutan suksesor GS Vicky Lumentut itu, kian terasa. Kandidat mulai ramai diperbincangkan. Mulai dari kalangan politisi, birokrat hingga pengusaha diprediksi masuk bursa kandidat bakal calon.

Sebut saja Mor Bastiaan, Wakil Wali Kota (Wawali) Manado saat ini; Harley Mangindaan, mantan wawali Manado; mantan wali kota Manado Jimmy Rimba Rogi; Andrei Angouw, Ketua DPRD Sulut; Bupati Mitra James Sumendap; mantan bupati Minahasa Jantje Sajow; mantan bupati Mitra Telly Tjanggulung; Hanny Pajouw, yang mencalonkan diri di Pilwako Manado 2015 lalu; Christiano Talumepa, Richard Sualang, juga pengusaha Jemmy Asiku.

Pengamat politik Sulut Stefanus Sampe memprediksi, kemungkinan besar pilwako Manado 2020 akan diikuti lebih dari dua pasang kandidat. Apalagi Vicky, sebagai petahana, tidak dapat mencalonkan diri kembali karena sudah dua periode.

"Sehingga bakal terjadi pertarungan sengit untuk pilwako nanti. Apalagi ada sejumlah nama populer saat ini sudah diisukan maju," kata akademisi Unsrat ini.

Untuk itu, dia menilai, para kandidat akan berusaha mendapatkan dukungan parpol. Meskipun terbuka kesempatan bagi mereka untuk maju melalui jalur independen.

"Ini disebabkan parpol memiliki struktur organisasi yang relatif tersusun rapi dari tingkat kota sampai kelurahan. Bahkan tingkat lingkungan," katanya.

Selain itu, Sempe menyebutkan, struktur organisasi parpol ini sangat diperlukan untuk memobilisasi massa pada saat kampanye dan mengumpulkan suara. Di samping itu, parpol juga memiliki sumber daya manusia. Dalam hal ini, kader yang memiliki pengalaman di dunia politik. Sehingga dapat memberikan masukan kepada kandidat untu memenangkan pilwako.

"Berbeda dengan kandidat yang memilih jalur independen. Karena masih harus bekerja untuk membentuk dan menjalankan tim sukses mereka. Baik dari tingkat kota ke tingkat lingkungan. Orang-orang yang direkrutpun belum tentu semuanya memiliki pengalaman dalam manajemen tim pemenangan suatu pilkada atau pemilu. Karena umumnya mereka adalah sukarelawan yang terdorong untuk membantu kandidat maju di jalur independen. Ini tentunya tidak efektif dan akan memakan waktu untuk membentuk dan menjalankan tim sukses ini. Sehingga hasilnya pun tidak signifikan. Itu pun dapat dilihat dari hasil pilwako Manado 2010 lalu. Di mana tiga calon wali kota dari jalur independen hanya menempati posisi bawah dalam perolehan suara," jelasnya.

Adapun terkait calon yang berasal dari luar Manado, Sampe mengatakan, peluangnya tergantung tingkat popularitas.  "Kalau mereka tidak begitu populer di Manado, maka peluang mereka tergantung dari parpol mana yang akan mendukung," beber jebolan University Of Canbera ini.

12
Kirim Komentar