08 Nov 2018 14:17
Sekkab Panggil Dinas Pertanian

Sewa Alsintan di Dinas Pertanian Boltim Dipertanyakan

MyPassion
Beberapa alat pertanian yang terparkir di Depan Kantor Pertanian. (Ayurahmi Rais/MP)

MANADOPOSTONLINE.COM — Penyewaan Alsintan excavator mini di Dinas Pertanian Boltim sebesar Rp 150 ribu per jam disorot petani. Mereka mempertanyakan dana sewa tersebut. Salah satu petani, Agil mengaku,  selalu membayar Alsintan setiap kali digunakan. "Waktu lalu saya menyewanya dua hari excavator mini total yang dikeluarkan termasuk mobilisasi Rp 6,5 juta," katanya.

Dia mempertanyakan, uang sewa Alsintan tersebut diperuntukan untuk apa. “Sebab belum ada PAD dan Perbup yang mengatur jumlah sewa Alsintan. Untuk siapa hasil penyewaan alat tersebut," katanya.

Terpisah, Sekkab Boltim Muhammad Assagaf ketika dikonfirmasi mengatakan, akan segera memanggil Dinas Pertanian terkait hal tersebut. “Pada dasarnya Alsintan memang diatur dalam juknis tapi nominal sewanya tidak ada. Sebab hal itu harus dituangkan di Peraturan Bupati (Perbup)," tegasnya.

Dia pun menekankan, Alsintan tersebut dipergunakan untuk membantu petani bukan menyiksa dengan uang sewa yang dipatok Rp 150 ribu per jam. "Alat tersebut untuk membantu petani bukan untuk membebani," katanya.

Sementara itu, Ketua Komisi I Bidang Pemerintahan Sofyan Alhapsi meminta intansi teknis segera menyusun Peraturan Bupati (Perbub), terkait Alsintan di Dinas Pertanian. Dia pun menyoroti, banyak Alsintan yang sudah rusak. "Sudah banyak Alsintan di Dinas Pertanian, itu harus diatur dalam Perbup supaya hasil sewanya menjadi PAD baru untuk Boltim. Karena banyak Alsintan yang rusak, namun tidak bisa menghasilkan pendapatan untuk daerah, karena tidak ada Perbup," ungkapnnya.

Kepala Seksi, Pupuk Pestisida Alat dan Mesin, Zulkifly Lahai mengatakan, sewa Alsintan diatur dalam Juknis dan SK Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Boltim. "Memang per jam disewakan Rp 150 ribu, untuk mobilisasi, BBM dan operator menjadi tanggung jawab pemimjam (petani)," katanya.

Dia menambahkan, proses pemimjaman dilakukan oleh petani lewat penyuluh. Maksimal pengoperasian excavator 8 jam per hari. “Uang sewa akan dipergunakan untuk biaya pemeliharaan alat," tukasnya. (tr-01/ite)

Kirim Komentar