08 Nov 2018 09:27

Demokrat Bisa Jegal Trump

MyPassion
SEJARAH BARU: Ilhan Omar (tengah) menjadi perempuan muslim pertama yang terpilih sebagai anggota Kongres Amerika Serikat. Dari 435 anggota Hosue of Representative, 92 orang di dalamnya adalah perempuan. (AFP Photo)

WASHINGTON—Penghitungan suara pemilu sela Amerika Serikat (AS) memang belum usai. Tapi, hasilnya sudah cukup jelas. Republik tetap berkuasa di Senat dan Demokrat berhasil mendapatkan kursi mayoritas di House of Representative. Selama 8 tahun terakhir, Republik-lah yang berkuasa di parlemen.

''Esok akan menjadi hari baru bagi Amerika,'' ujar legislator Demokrat Nancy Pelosi seperti dilansir CNN. Tidak diketahui siapa nanti legislator Republik yang akan menggantikan jabatan Pelosi saat ini sebagai pemimpin oposisi di House of Representative.

Pemilu sela digelar setiap 4 tahun sekali pada bulan November untuk memilih anggota Kongres dan Gubernur. Kongres di AS terdiri dari House of Representative dan Senat. Hanya 36 gubernur dari 50 negara bagian yang ikut dalam pemilihan di pemilu sela. Di beberapa negara bagian juga ada pemilihan wali kota, usulan terkait kebijakan wilayah dan beberapa hal lainnya. Bisa dikatakan ini seperti pemilu serentak.

Nah, Demokrat butuh 218 kursi untuk berkuasa di House of Representative. Hingga pukul 21.00 kemarin (7/11) mereka sudah mengantongi 219 kursi. Di lain pihak, Republik berhasil mendapatkan 193 kursi. Demokrat dipastikan bakal menjegal usulan-usulan kebijakan Trump yang kontroversial agar tak masuk ke senat. Sebab di Senat, Republiklah yang berkuasa. Dari 100 kursi, Republik meraih 51 kursi sedangkan demokrat 43 kursi. Perolehan kursi senat Demokrat itu turun dari sebelumnya yang mencapai 47 kursi.

Selain kemenangan Demokrat di House of Representative, pemilu sela tahun ini juga menorehkan sejarah baru. Yaitu keterwakilan perempuan di parlemen. Dari 435 anggota Hosue of Representative, 92 orang di dalamnya adalah perempuan. Sebelumnya hanya ada 84 legislator perempuan. Di Senat, total ada 23 perempuan. Jumlah di atas bisa bertambah ketika seluruh proses penghitungan suara usai.

Biasanya, pemilu sela berlangsung datar dengan angka kehadiran penduduk yang rendah. Berbeda dengan antusiasme pemilu presiden. Tapi khusus tahun ini, semua berbeda. Dua kubu mati-matian menguasai Kongres. Trump menjadi penyebabnya. Keputusan-keputusan kontroversialnya memantik reaksi keras dari masyarkat. Utamanya kebijakan anti imigrannya. ''Ini tentang memulihkan keseimbangan dan pengecekan konstitusi di pemerintahan Trump,'' tegas Pelosi dalam pidato kemenangannya seperti dikutip Reuters.

Beberapa pengamat melabeli pemilu sela ini sebagai referendum Trump. Nama Trump memang tak ada di dalam balot, tapi pemilu ini seakan-akan tentang Trump. Suami Melania itupun sadar akan hal tersebut. Dia berkeliling negara bagian untuk berkampanye demi kemenangan Grand Old Party (GOP), sebutan untuk partai Republik. Meski kehilangan kontrol di House of Representative, namun Trump masih berbangga diri karena berhasil meraih lebih banyak kursi di senat.

12
Kirim Komentar