08 Nov 2018 11:46

Angka Pelanggaran Meningkat, 580 Kendaraan Ditahan Polisi

MyPassion

MANADO—Masih banyak pengendara tidak taat aturan. Hasil analisa dan evaluasi (anev) minggu pertama, 30 Oktober hingga 5 November, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulut dan jajaran yang disebar di 15 kabupaten/kota, berhasil menjaring ribuan pengendara ‘nakal’.

 

“Ditlantas Polda Sulut dan jajaran total melakukan penindakan sebanyak 4.264 kali,” ungkap Direktur Ditlantas Polda Sulut Kombes Pol Ari Subiyanto, Rabu (7/10) kemarin.

Sementara, data yang dirangkum dari Posko Operasi Zebra Samrat Polda Sulut, terdapat 3.846 bukti pelanggaran (tilang) dan 418 teguran. Data tersebut jika dibandingkan dengan hasil Operasi Zebra Minggu pertama 2017, terjadi kenaikan. Di mana tilang sebanyak 3.536 dan teguran hanya 393.

Dalam operasi minggu pertama ini, polisi menahan barang bukti pelanggaran surat izin mengemudi (SIM) sebanyak 1.732, surat tanda nomor kendaraan (STNK) 1.438, serta kendaraan bermotor sebanyak 580 buah.

“Khusus pelanggaran kendaraan roda dua, masih banyak aturan berlalu lintas yang tidak dipatuhi seperti penggunaan helm SNI sebanyak 848, melawan arus 255, penggunaan ponsel saat berkendara 67, mabuk tiga pengendara, melebihi batas kecepatan 40 orang, dan pengendara di bawah umur ada 198,” bebernya.

Sedangkan untuk pelanggaran yang melibatkan kendaraan roda empat dan kendaraan khusus, yaitu melawan arus 73, penggunaan ponsel 126, mabuk empat orang, melebihi kecepatan 17, penggunaan safety belt 413, lalu pengendara di bawah umur sebanyak 49.

“Sampai dengan minggu pertama Operasi Zebra ini, jumlah kecelakaan di seluruh Sulut ada 11 kejadian, dengan korban meninggal sebanyak lima orang, luka berat empat orang, dan luka ringan 10 orang,” tandas Kombes Ari.

Ditambahkan Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Ibrahim Tompo, operasi ini masih terus dilakukan Polda dan jajaran hingga 12 November mendatang. Ia berharap seluruh warga pengguna jalan agar tetap mematuhi aturan berlalu lintas yang baik dan benar. “Keselamatan harus menjadi nomor satu. Kemudian jadilah pelopor keselamatan dalam berlalu lintas,” tandas Tompo. (gnr/can)

Kirim Komentar