07 Nov 2018 11:20

OJK Dorong Branchless Banking

MyPassion

MANADO—Layanan keuangan inklusif atau branchless banking terus didorong. Bahkan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut, banyak masyarakat yang belum mengenal atau menggunakan layanan perbankan dan keuangan lainnya.

“Biasanya disebabkan lokasi tempat tinggal jauh dari kantor bank, adanya biaya, atau persyaratan yang memberatkan,” kata Kepala OJK Wilayah Sulutgomalut Elyanus Pongsoda. Kata dia, OJK, industri perbankan dan jasa keuangan lainnya berkomitmen untuk mendukung terwujudnya keuangan inklusif.

Hal ini selaras dengan program pemerintahan yaitu Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI). “Salah satu programnya adalah layanan bank tanpa kantor.  Nah, caranya yaitu meningkatkan agen program layanan keuangan tanpa kantor dalam rangka keuangan inklusif atau Laku Pandai.

“Laku Pandai adalah program penyediaan pelayanan perbankan dan atau pelayanan keuangan lainnya melalui kerja sama dengan pihak lain (agen bank) dan didukung oleh penggunaan sarana teknologi informasi,” jelas Pongsoda.

Merespon OJK, sejumlah perbankan terus mengoptimalkan program Laku Pandai. Macam BNI yang mengandalkan Agen46 untuk menunjang program Laku Pandai. “BNI Wilayah Manado hingga Oktober memiliki agen Laku Pandai berjumlah 3.385. Yang tersebar di Sulawesi Utara, Sulawesi tengah, Gorontalo dan Maluku Utara. Jumlah ini pasti akan bertambah hingga akhir tahun nanti,” sebut CEO BNI Wilayah Manado Haris Handoko.

Dia membeber, dari jumlah agen tersebut, 37,2 persen jenis usaha yakni bahan pangan atau sembako dan kelontong. Sedangkan 28,9 persen oleh pegawai, karyawan BUMN dan swasta. “Dari jumlah ini, hingga September 2018 mampu menghimpun dana sebesar Rp 35,9 miliar,” beber dia.

Sedangkan untuk total transaksi, lanjutnya, yaitu sebesar 593.521 transaksi.  “Animo masyarakat memanfaatkan agen laku pandai mulai meningkat, sehingga kami akan menambah terus jumlah agennya,” pungkas Handoko. 

Di sisi lain, pengamat ekonomi Sulut Dr Victor Lengkong menuturkan, secara mendasar setiap era ada tren bisnisnya.  “Saat ini dengan berhasilnya program laku pandai, program keuangan inklusif, sehingga membuat tingginya akses perbankan untuk semua lapisan masyarakat. Hal ini membuat perusahaan perlu mendesain produk-produk perbankan seperti ekspansi ke asuransi dan pembiayaan,” singkat Lengkong. (fgn)

Kirim Komentar