07 Nov 2018 14:01

Jangan Dikuasai Game Online

MyPassion
Ilustrasi. (JawaPos.com)

MANADOPOSTONLINE.COM-Game Online adalah salah satu permainan yang disukai mulai dari anak-anak sampai orang dewasa. Di satu sisi, game online melatih kecerdasan intelektual dan emosi, tapi di sisi yang lain memberikan pengaruh negatif.

 

Ketua Wanita Kaum Ibu (W/KI) KGPM Pucuk Pimpinan Gbl Christine Rattu STh mengatakan, game online dapat memberi dampak negatif jika selalu digunakan. "Harus dipahami segala sesuatu yang menyangkut perkembangan IT termasuk game online itu pasti akan membawa perubahan dalam berbagai sisi kehidupan manusia, apalagi anak, remaja dan pemuda," ujarnya.

Dia mengatakan, bila anak sudah diajarkan tahu membagi waktu atau disiplin memanfaatkan waktu maka semuanya akan ada dalam keteraturan. "Peran orangtua harus difungsikan secara nyata dalam artian memberi pendampingan kepada anak untuk memanfaatkan waktu itu secara positif. Supaya game online itu tidak akan menguasai semua waktu yang anak miliki, tetapi anak dibimbing untuk tahu membagi waktu," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Komisi Pemuda Remaja KGPM Wilayah XVI Pnt Jalindra Assa mengatakan, membagi waktu untuk menambah keimanan dan ketaqwaan adalah positif. "Menjadi hal yang memperihatinkan ketika beberapa kalangan khususnya generasi milenial saat ini Lebih memprioritaskan pada game online dari pada belajar serta beribadah," katanya.

Menurut dia, tidak salah jika menggunakan game online sebagai sarana untuk menghibur atau untuk sekadar refreshing. “Tapi yang menjadi kesalahan jika kita mengfungsikannya disaat yang tidak tepat seperti disaat belajar ataupun sementara ibadah," ujarnya.

 

Hal yang sama juga diungkapkan Ketua Komisi Pelayanan Pemuda GMIM Paulus Tempok Wilayah Tumompaso. Dia mengatakan, anak-anak boleh bermain game online, tetapi harus dibatasi. "Jika para generasi muda terlalu sering bermain game online bahkan setiap hari, maka tidak menutup kemungkinan jika waktu belajar juga berkurang sehingga hasil yang dicapai tidak maksimal," sebutnya.

Menurut dia, mengawasi anak, remaja itu adalah kewajiban bagi para orangtua atau wali. "Kita harus memperhatikan anak didik kita agar dapat membagi waktu untuk mendapat hasil yang baik di sekolah, kampus maupun di gereja atau di tempat pengembangan diri," pungkasnya. (Ebenheazer/ite)

Kirim Komentar