07 Nov 2018 10:36

Harga Komoditi Unggulan Sulut Belum Menjanjikan

MyPassion

MANADO—Sulut terkenal dengan beberapa komoditi yang menjadi unggulan. Seperti cengkih, kelapa, vanili atau pala. Namun, dari sejumlah komoditas ini, hanya vanili yang memiliki harga yang cukup menjanjikan. Data Dinas Perindustrian dan Perdagangan mencatat, harga vanili mencapai Rp 3 juta per kilogram. Sedangkan cengkih berada di kisaran Rp 89 ribu, atau kopra yang bertengger di Rp 5.500 per kilogram (selengkapnya lihat grafis, red).

 

Harga komoditas yang tidak begitu menjanjikan ini, menurut ekonom Sulut Dr Rober Winerungan, sangat berpengaruh terhadap peningkatan kesejahteraan petani.  “Untuk cengkih memang walaupun harga jualnya naik turun belum berpengaruh signifikan pada petani. Hanya untuk pengumpul yang menyimpan cengkih. Namun yang paling berdampak adalah kopra,” beber Winerungan.

Akademisi Universitas Negeri Manado (Unima) ini menyebut, masalah harga jual ini harus diperhatikan pemerintah. Mengingat Sulut identik dengan petani kelapa yang berharap pada penjualan kopera. “Yang perlu diperhatikan adalah pala dan kelapa. Kalau murah kan kasihan petani, karena itu sumber kehidupan petani saat ini, sekarang kan sementara panen,” imbuhnya.

Dia menambahkan, bila harganya tetap seperti ini maka daya beli belum akan beranjak. “Daya beli sekarang kan masih non petani,” katanya. Pemerintah, lanjutnya perlu memikirkan secara cepat apa yang perlu dilakukan guna menjaga harga komoditas menjadi bagus, khususnya kelapa. “Sekarang kan pabrik banyak yang kekurangan bahan baku kelapa, harusnya harganya menjadi mahal,” ungkap Winerungan.

Dosen Fakultas Ekonomi Unima ini menekankan, perlunya campur tangan pemerintah terhadap harga kopra untuk penyelamatan petani. “Karena kalau tidak demikian bukan tidak mungkin petani akan meninggalkan menanam kelapa, dan akan makin banyak orang akan tidak mau menjadi petani karena harga murah,” pungkasnya Winerungan. (tr-05/fgn)

Kirim Komentar