07 Nov 2018 08:47

Film A Man Called Ahok Tanpa Kisah Cinta Ahok-Vero

MyPassion
FILM A Man Called Ahok mulai esok (8/11) tayang di bioskop. (IG VJDANIEL)

SUTRADARA Putrama Tuta, mengadaptasi buku A Man Called Ahok karangan Rudi Valinka ke dalam sebuah film dengan judul yang sama. Sesuai dengan judulnya, sosok Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menjadi karakter utama dalam film tersebut.

Adegan film dimulai dengan rekaman suara Ahok yang mengimbau para simpatisannya untuk berhenti menggelar aksi damai di depan Mako Brimob. Saat itu, Ahok pertama kali dipindahkan dari tahanan Polda Metro Jays menjadi tahanan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.

Kemudian, alur dimulai dengan Ahok yang duduk di bangku SMP, pada tahun 1976. Alur terus bergerak maju menggambarkan kehidupan seorang Ahok dengan keluarganya. Khususnya, bagaimana sang ayah, Kim Nam, mendidiknya menjadi seorang tauladan.

Konflik demi konflik sebagai seorang berdarah Tionghoa kerap ditunjukkan dalam tiap adegan. Pasalnya, hal itu nyata dialami Ahok dalam perjalanan hidupnya. Ada satu adegan yang epic dalam film menurut penulis. Saat itu, Ahok remaja sedang mempertanyakan kegelisahannya pada sang ayah. Juga kecintaan sang ayah, pada Tanah Air Indonesia. Nilai-nilai kemanusiaan begitu diajarkan Kim Nam kepada Ahok. Alasan Ahok berjuang sedemikian kerasnya untuk berkuasa pun terbongkar lewat film ini.

Sayangnya, perjalanan asmara Ahok bersama Veronica Tan tidak dicantumkan dalam film. Mantan istri yang bertahun-tahun mendampingi mantan Gubernur DKI Jakarta itu hanya sekilas dimunculkan saat mengunjungi Ahok di Mako Brimob untuk menjadi penyampai surat terbuka Ahok.

Rupanya, 21 tahun kebersamaan Ahok dan Veronica sengaja tidak ditampilkan dalam film. Sebab, diketahui keduanya sudah resmi bercerai pada April 2018 lalu. Menurut sang sutradara A Man Called Ahok , Putrama Tuta, film didesain untuk generasi masa depan dan memberi tahu mereka tentang adanya sosok seperti Ahok. Dia menegaskan bahwa film ini lebih menonjolkan asal usul karakter Ahok terbentuk, serta kedekatannya dengan sang ayah, Kim Nam.

"Ini film tentang pentingnya keluarga pada hidup seseorang. Saya dari dulu memang mau buat film drama keluarga yang bisa menginspirasi banyak orang. Kalau asmaranya ditampilkan takut terpecah fokusnya," kata Putrama Tuta, ditemui di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (5/11).

Di sisi lain, menjelang penayangannya, adik Ahok, Fifi Lety Indra diduga kecewa dengan penggambaran sosok sang ayah dalam film tersebut. Hal ini terlihat dari postingan Fifi di Instagram pribadinya, Senin, 5 November 2018. Wanita yang berprofesi sebagai pengacara itu menilai penokohan sang ayah dinilai tak sesuai dengan karakter aslinya.

"Ku kembalikan semua kecewa dan sedih pada Mu.. Ooh Papaku, seandainya masih Hidup pasti marah sekali dgn mrk Yg merusak image dan gambaran dirimu. Tidak pantas mrk mempertontonkan Hidupmu dgn cara spt ini," tulis Fifi Lety di keterangan fotonya yang menunjukkan gambar bunga.(jpc/tmc/tan)

Kirim Komentar