06 Nov 2018 08:30
Belajar di Sekolah Kristen, Akui Masih Fasih Doa Bapa Kami

Sandiaga Uno: Negara Khilafa Tidak Akan Pernah Terjadi

MyPassion
DISKUSI SANTAI: Dari kiri, Pemred MP Cesylia Saroinsong, Wadir MP Tommy Waworundeng, Direktur MP Marlon Sumaraw, Cawapres Sandiaga Uno, Ketua DPD Gerindra Sulut Wenny Lumentut, dan pengurus Tidar Sulut Audy Lieke, saat berdiskusi di Grha Pena Manado Post, Senin (5/11). (Reza Mangantar/MP)

MANADO—Calon Wakil Presiden (Cawapres) Nomor Urut 2 Sandiaga Salahuddin Uno dengan tegas menolak Indonesia dijadikan negara khilafah. Hal ini terungkap dari kunjungan Sandiaga di Grha Pena Manado Post, kemarin (5/11).

Menurutnya, dia dan pasangannya Prabowo Subianto tidak akan pernah membiarkan Indonesia dirubah menjadi negara Islam. “Menjadi negara khilafah tidak akan pernah terjadi. Pak Prabowo saja ibunya berasal dari Sulut dan saudara-saudaranya banyak beragama kristen. Jadi tidak mungkin kita mendukung Indonesia dijadikan negara khilafah,” ujarnya.

Sandiaga mengaku, dia pun sempat mengecap pendidikan kristen sewaktu sekolah di salah satu SMA Katolik.

“Sampai sekarang saya masih hafal Doa Bapak Kami dan lagu-lagu rohani. Rekan bisnis saya juga banyak beragama kristen dan kita aman-aman. Jadi pintar-pintarlah melihat isu sekarang," jelasnya. Menurutnya, memang ada pihak-pihak tertentu yang memainkan isu agama karena dianggap seksi.

Sandiaga juga menyinggung dia memiliki hubungan dengan Jawa Pos. Sehingga dia merasa ketika datang ke Grha Pena Manado Post, sebagai anak grup Jawa Pos, seperti kembali ke rumah sendiri.

12
Kirim Komentar