05 Nov 2018 12:03
Pemkot Masih Tunggu Edaran

Idris: Penerapan UMP tak Dipaksakan

MyPassion
Idris Amparodo

MANADOPOSTONLINE.COM — Karyawan perusahaan di Kota Kotamobagu tak lama lagi mulai menikmati kenaikan upah minimum provinsi (UMP) sebesar Rp 3.051.076. Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Distrinaker) Kota Kotamobagu Tedy Makalalag, melalui Kepala Bidang Tenaga Kerja Idris Amparodo mengatakan, pihaknya masih menunggu surat edaran dari provinsi.

“Kalau sudah diturunkan (edaran) ke daerah maka kami pasti akan menyurati setiap perusahaan yang ada di Kotamobagu," sebut Idris, Minggu (4/11) kemarin saat dikonfirmasi.

Namun, menurut Idris pihaknya tidak memaksakan semua perusahaan harus membayar gaji karyawan sesuai UMP yang sudah ditetapkan. Sebab, ada beberapa perusahaan yang belum mampu membayar upah tersebut.

“Ada beberapa perusahaan yang memang belum mampu membayar gaji sesuai UMP. Contohnya Toko Paris, itu kami sudah komunikasikan, namun pihak Paris belum bisa memberikan upah sesuai UMP. Tapi tetap kami akan surati,” ujarnya.

Dikatakannya, di daerah ini terdapat 315 perusahaan. Jumlah tersebut terdiri dari 283 perusahaan kategori kecil, 28 perusahaan sedang dan 4 kategori besar. Dari jumlah tersebut terdapat 4.175 karyawan. Di mana terdapat 798 karyawan yang bekerja di perusahaan besar, 1.355 karyawan bekerja di perusahaan sedang, dan 2.022 karyawan bekerja di perusahaan kecil.

“Nah dari jumlah perusahaan itu, tidak semuanya membayar upah karyawan sesuai UMP. Namun, tetap kami mengimbau perusahaan agar sebisa mungkin menyesuaikan dengan UMP yang sudah ditetapkan,” pungkasnya. (tr-01/gnr)

Kirim Komentar