24 Okt 2018 10:43

Sopir Angkot Tahuna Sampaikan Aspirasi ke DPRD

MyPassion
Terminal jalur Tahuna Timur biasanya ramai dengan mikrolet, tapi Selasa (23/10) kemarin terpantau hanya beberapa mikrolet yang terpakir dan melintas. Para sopir sedang melakukan demo terkait persoalan antrean BBM. (Sriwani Adolong/MP)

MANADOPOSTONLINE.COM — Ratusan sopir angkutan kota (angkot) Tahuna, menggelar demonstrasi di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Selasa (23/10). Demo tersebut dikarenakan persoalan antrean pengisian bahan bakar minyak (BBM) pada SPBU di Tahuna. Menurut mereka persoalan tersebut terkesan dibiarkan tanpa solusi oleh pihak terkait.

Aksi damai tersebut berlangsung tertib ketika pihak DPRD mempersilahkan masuk para sopir ke ruang dewan dan membuka forum dialog antara peserta aksi, pihak DPRD, instansi terkait mewakili pemerintah, dan pihak Pertamina dalam hal ini Stasiun BBM Tahuna.

Dalam dialog tersebut, para sopir mendesak dewan dan pemerintah daerah segera memberikan solusi atas persoalan yang mereka hadapi. “Sebenarnya sudah dilakukan rapat koordinasi dengan pemerintah terkait persoalan ini, tetapi sampai sekarang tidak ada tindak lanjut,” ungkap koordinator lapangan aksi demo Joneks Karel.

Sementara itu, peserta aksi lainnya Sirman Peliwuhang menyesali tindakan pembiaran yang dilakukan dinas terkait atas persoalan tersebut. “Kami meminta SPBU dikembalikan ke fungsi utamanya. Seharusnya kami sopir angkutan mendapat prioritas utama, bukan melayani galon-galon menumpuk yang akhirnya menyebabkan antrean panjang,” sesal dia.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setkab Sangihe Benny Pilat mengungkapkan, pihaknya akan menindaklanjuti tuntutan para sopir angkutan kota. “Kami akan mencari solusi dari persoalan ini. Semua akan didudukkan dalam aturan, termasuk meminimalisir pengisian melalui galon. Kemudian langkah pengawasan akan kami tingkatkan agar semua pihak termasuk SPBU melayani sebagaimana mestinya dan tak ada yang terabaikan,” tutup mantan kadis PUPR Sangihe ini. (wan/gnr)

Kirim Komentar