24 Okt 2018 10:37

Begini Penjelasan Menko Polhukam Terkait Pembakaran Bendera

MyPassion

JAKARTA—Terkait video pembakaran bendera yang viral di masyarakat melalui media sosial (medsos), Menteri Koordinator (Menko) Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) Wiranto memberikan penjelasan.

 

Menurutnya, yang viral itu yakni video peristiwa yang terjadi pada Senin (22/10) lalu, saat acara peringatan hari Santri Nasional ke-III di lapangan Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Peringatan itu dihadiri sekira 4 ribu santri dari berbagai pondok pesantren dan ormas Islam.

"Memang telah terjadi peristiwa pembakaran bendera yang berlafalkan kalimat Tauhid dan ikat kepala, yang oleh pembakar diyakini sebagai simbol Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Di mana HTI memang merupakan ormas yang sudah dilarang keberadaannya di Indonesia berdasarkan keputusan pengadilan," terang Wiranto, Selasa (23/10).

Lanjut Wiranto, saat ini, peristiwa tersebut telah meluas di medsos. Akibatnya berbagai pendapat pro dan kontra terus bermunculan. Sayangnya ada pendapat yang cenderung mengadu domba.

“Berbagai pendapat yang cenderung mengadu domba antar ormas, bahkan antar umat beragama itu, pada akhirnya hanya akan mengusik persatuan dan kesatuan kita sebagai bangsa dan negara yang sedang membangun. Oleh karena itu, pemerintah memandang perlu untuk mengambil langkah-langkah dalam rangka menjaga stabilitas di kalangan masyarakat," ujarnya.

Di tempat yang sama, Deputi Bidang Koordinasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bidkor Kamtibmas) Kemenko Polhukam Irjen Pol Carlo B Tewu menambahkan, dengan penjelasan Menko Polhukam Wiranto diharapkan masyarakat tetap tenang.

“Masyarakat jangan lagi lagi terpengaruh, karena dengan ini telah mendapatkan informasi yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.

Lanjutnya, siapapun yang mencoba memanfaatkan situasi ini untuk hal-hal negatif, sama dengan mengkhianati pengorbanan para pendahulu. “Seperti pengorbanan para santri dan ulama demi NKRI,” jelasnya. (can)

Kirim Komentar