22 Okt 2018 14:56

Penyaluran KUR Capai 740 M

MyPassion

MANADOPOSTONLINE.COM - Peluang bisnis sangat terbuka lebar bagi pelaku usaha di Sulut. Bahkan, perbankan digenjot untuk menyalurkan kredit usaha khususnya melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Data Direktorat Jenderal (Ditjen) Perbendaharaan Provinsi Sulut menyebut, target penyaluran KUR menyentuh 740 miliar tahun ini.

Dengan enam bank penyalur baik KUR ritel maupun mikro. “Dengan bunga KUR tujuh persen ini seharusnya bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh pelaku UKM,” kata Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Ditjen Perbendaharaan Sulut Muhdi.

Dia menjelaskan, berdasarkan data sistem informasi kredit program (SIKP) dana KUR yang telah disalurkan di Sulut tahun 2017 lalu sebesar 745 miliar rupiah. “Atau 0,9 persen dibandingkan penyaluran KUR secara nasional yang mencapai Rp 85 triliun,” jelasnya.

Sebagian besar dana KUR tersebut disalurkan untuk skema kredit mikro yakni kredit yang nilainya sampai dengan Rp 25 juta. “sedangkan untuk skema KUR ritel di atas Rp 25 juta hingga Rp 500 juta tersalurkan sebesar Rp 215,6 miliar. Untuk 1.173 debitur,” pungkasnya.

Sedangkan penyaluran KUR tahun ini, lanjut Muhdi hingga 13 Oktober sudah disalurkan lebih dari Rp 740 Miliar baik ritel maupun mikro. “Itu dari total penyaluran nasional sejumlah Rp 295 triliun,” ujarnya. Dia menjelaskan, dari total KUR yang disalurkan, kredit mikro berhasil tersalur sebanyak Rp 454 miliar untuk 25 ribu debitur. “Itu rata-rata kreditnya senilai Rp 17,9 juta. Kalau UMKM kita bagus maka tata kelola juga tentunya bagus,” sebut Muhdi.

Sementara, dari sisi kredit ritel, dia membeber, sudah disalurkan oleh senilai Rp 293 miliar untuk 1.191 debitur. Dengan rata-rata kredit senilai Rp 245 juta. “Saya yakin bila KUR kita berjalan bagus maka perekonomian kita akan tetap solid,” pungkas Muhdi.

Di sisi lain, ekonom Sulut Joubert Maramis menilai, kinerja pemerintah daerah untuk memaksimalkan penyaluran KUR harus lebih digenjot. “Apalagi untuk menginput data debitur potensial yang ada agar dapat menjadi main data perbankan dalam menentukan keputusan pemberian kredit. Yang paling paham kondisi dan keadaan masyarakatkan adalah mereka (pemerintah, red),” singkat akademisi Unsrat ini.

Sementara, ekonom Sulut lainnya Noldy Tuerah mengungkapkan, KUR harus dioptimalkan oleh pemerintah daerah karena sebagian besar kegiatan ekonomi digerakkan oleh sektor usaha mikro dan kecil. “Target KUR adalah para usaha kecil. Apalagi sekira 98 persen perekonomian di Sulut digerakan oleh usaha mikro dan kecil,” ujar Tuerah.

Target ini menurut dia, jelas menjadi penggerak ekonomi di Sulut. Karena kata dia, usaha yang bergerak di daerah umumnya adalah UKM. “Maka KUR seharusnya dioptimalkan untuk mendukung mereka (UKM) dalam meningkatkan produksi. Apalagi jika produk itu untuk ekspor, akan sangat membantu menambah penyerapan tenaga kerja dan meningkatkan ekspor komoditas daerah,” sebutnya.

Namun, Tuerah menyayangkan pemerintah daerah yang kurang mengoptimalkan penyaluran KUR ini. “Makanya pemerintah harus lebih intensif lagi untuk mengidentifikasi mana yang memungkinkan untuk mendapatkan KUR, karena sudah disediakan oleh pemerintah pusat,” katanya.

Pemerintah daerah, lanjut dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unsrat ini, tidak terlalu jeli memanfaatkan KUR untuk mendorong ekonomi daerah. “Karena kalau tidak, KUR yang dialokasikan ke daerah kita (Sulut) akan disalurkan kedaerah lainnya. Tentunya yang lebih agresif dan antisipatif harus pemerintah. Karenanya, pemerintah dituntut harus lebih proaktif dan antisipatif,” kunci Tuerah. (tr-05/fgn)

Kirim Komentar