22 Okt 2018 10:32

Kerugian Bencana Sulteng Capai 13,82 T

MyPassion

TIM rehabilitasi dan rekontruksi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah selesai melakukan hitung cepat dampak bencana di Sulawesi Tengah (Sulteng). Dari hasil perhitungan tersebut, tsunami dan gempa menyebabkan kerugian sebesar Rp 13,82 triliun. Jumlah tersebut disinyalir masih akan bertambah.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan, hasil perhitungan sementara terhadap kerugian dan kerusakan akibat bencana berdasarkan data per Sabtu lalu (20/10). ”Dampak kerugian dan kerusakan akibat bencana ini meliputi lima sektor pembangunan yaitu kerugian dan kerusakan di sektor permukiman, sektor infrastruktur, sektor ekonomi produktif, sektor sosial, dan lintas sektor,” ucapnya kemarin (21/10).

Menurut data BNPB kerusakan meliputi 68.451 unit rumah, 327 unit rumah ibadah, 265 unit sekolah, perkantoran 78 unit, dan toko 362 unit. Catatan lainnya terdapat kerusakan jalan 168 titik retak, jembatan rusak tujuh unit, dan infrastruktur lain.

Dampak kerugian dan kerusakan di sektor permukiman terlihat paling besar. Menurut Sutopo itu karena luas dan masifnya dampak bencana. ”Hampir sepanjang pantai di Teluk Palu bangunan rata tanah dan rusak berat. Terjangan tsunami dengan ketinggian antara 2,2 hingga 11,3 meter dengan landaan terjauh mencapai hampir 0,5 km telah menghancurkan permukiman di sana,” ungkap ayah dua anak itu.

Di sisi lain juga ada amblesan dan pengangkatan permukiman di Balaroa. Likuifaksi yang menenggelamkan permukiman di Petobo, Jonooge, dan Sibalaya telah menyebabkan ribuan rumah hilang. ”Berdasarkan sebaran wilayah, maka kerugian dan kerusakan di Kota Palu mencapai Rp 7,63 triliun, Kabupaten Sigi Rp 4,29 triliun, Donggala Rp 1,61 triliun dan Parigi Moutong mencapai Rp 393 miliar,” tuturnya.

”Perhitungan kebutuhan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana belum dilakukan,” ungkap Sutopo.  Diperkirakan untuk membangun kembali daerah terdampak bencana memerlukan anggaran lebih dari Rp 10 triliun.

Sejauh ini ada beberapa pemda yang telah membantu untuk membangun hunian sementara (huntara). Sebut saja Jawa Tengah yang telah membangun 100 unit huntara. Pembangunan tersebut dilengkapi dengan air bersih, MCK, dan sanitasi.

Sedangkan untuk korban jiwa tercatat 2.256 orang meninggal dunia. Sebanyak 1.309 orang dinyatakan hilang. Jumlah korban luka mencapai 4.612 orang dan 223.751 orang mengungsi di 122 titik. ”Jumlah tersebut dimungkinkan masih akan bertambah,” ujarnya.

12
Kirim Komentar