22 Okt 2018 14:57

Fasilitas Anak Migran di AS Ber-AC

MyPassion
PEDULI: Anak-anak yang berusia di antara 13 dan 17 dibawa ke sini, yang dinamakan Tenda Kota Tornillo, dirancang untuk sementara waktu menampung 450 anak di bawah perawatan Kesehatan. (NBC News)

TEXAS—Tiga puluh mil dari El Paso di kota perbatasan kecil di Texas Barat yang berdebu ini, para remaja laki-laki dapat terlihat bermain sepakbola di belakang pagar kawat berduri di depan latar belakang ratusan tenda putih di atasnya. Dilansir dari NBC News, beberapa waktu yang lalu, tempat ini yang membuat administrasi Trump telah menahan anak-anak imigran di tenda penampungan sementara sebelum mereka bersatu dengan orang tua, atau kerabat lain.

Dilansir dari JawaPos.com Anak-anak yang berusia di antara 13 dan 17 dibawa ke sini, yang dinamakan Tenda Kota Tornillo dirancang untuk sementara waktu menampung 450 anak di bawah perawatan kesehatan dan layanan kemanusiaan pada bulan Juni, ketika kebijakan toleransi nol Trump memisahkan lebih dari 2.500 anak-anak migran dari orangtua mereka.

Sekarang, setelah sebagian besar anak-anak itu telah dipersatukan kembali, fasilitas itu masih menampung 1.500 anak-anak, semuanya menyeberang tanpa orangtua. Kota tenda Tornillo sekarang dapat menampung 3.800 anak dan berencana untuk tetap terbuka hingga akhir tahun atau lebih lama jika diperlukan. Departemen Keamanan Dalam Negeri mengatakan perluasan itu diperlukan untuk menghadapi lonjakan anak-anak imigran yang tiba di perbatasan tanpa penjaga untuk merawat mereka.

Komandan insiden Tornillo mengatakan, sebanyak 826 dari 1.500 anak-anak di Tornillo sedang menunggu selesainya pemeriksaan latar belakang sebelum mereka dapat pergi. Seorang gadis Guatemala berusia 16 tahun, yang namanya tidak akan diungkapkan karena alasan privasi mengatakan, ia telah menghabiskan satu bulan di Tornillo setelah menghabiskan dua setengah bulan di sebuah fasilitas HHS di Miami.

Dia menunggu untuk dipersatukan kembali dengan kakak laki-lakinya yang dewasa, yang tinggal di Texas, dan mengatakan dia takut dikirim kembali ke Guatemala di mana orang tuanya tinggal. Sementara anak-anak lain, pertama menunggu sponsor mereka, dan kemudian menunggu untuk mengetahui apakah mereka akan diizinkan untuk tinggal di Amerika Serikat.

Anak-anak menghabiskan sebagian besar hari di tenda-tenda ber-AC yang tertutup sepenuhnya, di mana mereka menerima sekolah, makan, dan kegiatan rekreasi. Tiga pekerja ditugaskan ke tenda tidur masing-masing 20 anak. Sampai saat ini, anak-anak diberi buku kerja opsional daripada pelajaran wajib yang diajarkan oleh guru.(gnr)

Kirim Komentar