22 Okt 2018 15:07
Ditemukan Kerugian Negara 1 M

Diduga Korupsi, Ketua Partai Ditahan

MyPassion
Ilustrasi

MANADOPOSTONLINE.COM — Salah satu ketua partai di Sulut berinisial GT alias Greety ditahan Polda Sulut, Jumat (19/10). Greety diduga terlibat kasus korupsi proyek rehabilitasi pembangunan Hall B KONI Sario, Manado. Penyidik Sub Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Reserse Kriminal Khusus Polda Sulut menahan Greety untuk menjalani proses penyidikan. Greety yang juga calon anggota legislatif (caleg) DPRD Sulut itu ditahan bersama dua tersangka lain berinisial S dan M.

“Masa pemeriksaan untuk mencari bukti yang kuat diatur dalam KUHAP,” ungkap pakar hukum pidana Dr Rodrigo Elias, saat diwawancarai Manado Post, Minggu (21/10).

Menurutnyam, penahanan dilakukan guna kepentingan penyidikan. “Aturannya bisa ditahan 20 hari. Tetapi andaikan dalam waktu yang ditentukan tidak ada bukti kuat yang didapatkan, maka bisa memperpanjang penahanan selama 40 hari untuk mencari bukti yang kuat agar bisa dibawa ke pengadilan,” sambung dosen Fakultas Hukum Unsrat ini.

Terpisah, pakar pidana lainnya, Toar Palilingan MH mengatakan, penahanan adalah kewenangan penyidik dan dilakukan untuk kepentingan penyidikan. “Mengenai lamanya penahanan semuanya tergantung penyidik serta lancarnya proses penyidikan. Namun untuk batas waktu masa penahanan sudah diatur dalam KUHAP. Jadi bisa saja 2,3,4 hari penyidikan selesai, atau tergantung pertimbangan penyidik,” katanya.

Diketahui, Greety diduga terlibat korupsi proyek rehabilitasi pembangunan Hall B KONI Sario Manado. Menurut penyidik pengerjaan proyek berbanderol Rp 2,3 miliar itu tidak sesuai anggaran awalnya yang bersumber dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemepora) 2016. Ketika dilakukan penyelidikan, penyidik menemukan bagian dalam bangunan masih banyak rusak meski dari luar terlihat ‘megah’. Setelah melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan pengungkapan barang bukti, penyidik Subdit Tipikor menemukan kerugian keuangan negara berkisar Rp 1 miliar. Nah, usai memeriksa saksi dari pihak yang diduga terlibat, akhirnya penyidik menahan para tersangka pekan lalu.

Direktur Ditreskrimsus Polda Sulut Kombes Pol Dedi Sofiandi membenarkan penahanan itu. “Ya betul (sudah ditahan), masih proses sidik (penyidikan), terima kasih,” singkat perwira tiga melati tersebut ketiga dikonfirmasi. (gnr/can)

Kirim Komentar