20 Okt 2018 10:04

Kreatif Dekati Pemilih, Hindari Kampanye Hitam dan Hoaks

MyPassion
Steven Kandouw

MANADOPOSTONLINE.COM—Pihak penyelenggara Pemilu memberikan ruang bagi para caleg untuk berkampanye. Wakil Ketua PDI Perjuangan Sulut Drs Steven Kandouw menilai, ini momen tepat memperkenalkan diri serta visi dan misi. Dia mengimbau caleg PDI Perjuangan memanfaatkan tahapan kampanye ini dengan baik. “Visi dan misi kita wajib diketahui masyarakat. Tentu penyusunannya harus berlandaskan pada tiga tugas legislatif. Yakni budgeting, legislasi, dan pengawasan,” sebut mantan Ketua DPRD Sulut ini.

Menurutnya, hal tersebut sangat penting karena masyarakat berhak mengetahui track record serta apa yang akan dilakukan caleg ketika duduk di kursi dewan. “Caleg PDI Perjuangan harus bisa mendekati masyarakat yang adalah pemilih dengan cara kreatif dengan tidak melanggar aturan penyelenggara,” tukas Wakil Gubernur Sulut ini.

Dia mencontohkan, para caleg bisa meniru gaya blusukan Presiden Joko Widodo, mendekati masyarakat tanpa membangun sekat, serta rajin berdialog dengan konstituen. “Untuk menang tentu kita harus punya strategi tersendiri agar dikenal, disayang, dan dipilih masyarakat. Dan jangan pernah lupa ikut mengkampanyekan capres dan cawapres usungan PDI Perjuangan yakni Jokowi dan Ma’ruf Amin,” tutur Kandouw.

Dia kembali mengingatkan masyarakat untuk menghindari kampanye hitam atau ujaran kebencian. “Kita utamakan prestasi-prestasi serta visi dan misi saja. Jangan singgung SARA, atau malah sebar hoaks yang meresahkan,” kunci politikus yang meraih suara terbanyak di Pileg 2014 DPRD Sulut ini.

Pengamat politik Sulut Dr Johny Lengkong mengakui, di tengah masyarakat modern saat ini para calon legislatif harus kian pintar melakukan sosialisasi. “Harus kreatif. Susun tahapan kampanye dengan baik. Selain dialog formal dan informal dengan konstituen, caleg harus punya formulasi lain daripada yang lain untuk meyakinkan masyarakat agar memilih Anda dalam Pileg,” sebut akademisi Fispol Unsrat ini. Blusukan yang dilakoni Jokowi, diakui Lengkong salah satu cara berkampanye yang efektif.

“Dengan bertemu langsung masyarakat, mereka akan merasa dekat. Metode ini tak hanya dilakukan oleh caleg incumbent. Pendatang baru harus seperti itu,” tukasnya. Lanjut Lengkong, di masa kampanye calon tak boleh jual mahal. “Tunjukkan keseriusan kalau Anda memang ingin jadi wakil rakyat yang adalah penyambung aspirasi di kursi legislatif,” kuncinya.(gel)

Kirim Komentar