20 Okt 2018 08:33
Perbaikan Drainase Mendesak

Jalan Protokol Jadi `Kolam`

MyPassion
Kondisi saluran air di salah satu ruas jalan di Kecamatan Tomohon Selatan, tergenang pasca hujan deras, Jumat (19/10) kemarin. (Julius Laatung/MP)

TOMOHON—Hujan deras hampir lima jam mengguyur Kota Tomohon kemarin (19/10). Belasan titik di jalan protokol pun berubah jadi ‘kolam’. Sebut saja, di depan Mako Rindam XIII Merdeka, pusat Kota Tomohon di Kelurahan Paslaten, hingga Kelurahan Walian dekat dengan salah satu supermarket di bagian selatan kota bunga. Kualitas drainase buruk disinyalir jadi penyebab.

Tokoh Masyarakat Tomohon Rooije Rumende mengatakan, perlunya perbaikan infrastruktur menyeluruh di titik-titik genangan air. Yang umumnya membentang di sepanjang ruas jalan utama di Tomohon. Bahkan, jika kondisi ini terus berlanjut. Ketahanan dan kondisi jalan, secara bertahap bisa berkurang kualitasnya.

"Ini sudah masuk musim penghujan. Artinya, genangan air hasil buangan saluran, yang meluap ke jalan. Sedikit demi sedikit bisa mengurangi kualitas jalan. Berlubang dan akhirnya bisa merugikan hingga membahayakan pengguna jalan. Belum lagi, jika pembangunan tidak sesuai ketentuan. Daerah yang harusnya menjadi jalur air, kini disulap menjadi tempat usaha atau pemukiman, ini yang harus diperhatikan pemerintah," lugasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Daerah Kota Tomohon Joyce Taroreh mengatakan, upaya perbaikan serta penataan saluran air yang proposional, terus menjadi perhatian pihaknya.

Dikatakannya, kurangnya koordinasi dan komunikasi pembangunan antar pemerintah dan sejumlah pihak. Jadi penyebab, meluapnya air saluran ke badan jalan, usai hujan mengguyur. "Misalnya di trotoar jalan di Kakaskasen itu, sudah kita buatkan jalur pembuangan air. Tapi karena ada pembangunan di dekat lokasi tersebut. Tingkat buangan air, tidak lagi sebanding dengan kemampuan drainase untuk menampungnya," jelas Taroreh.

Meminimalisir hal ini, kata dia, di postur APBD Tahun 2019 nanti. Pihaknya telah mengusulkan perbaikan saluran air, di beberapa titik yang menjadi lokasi genangan. "Sudah kita masukan di RKA 2019, perbaikan saluran di Kecamatan Tomohon Utara dan Selatan. Selain itu, kami juga berharap, masyarakat atau pelaku usaha bisa berkomunikasi sebelum memulai pembangunan," pungkas dia. (jul/tan)

Kirim Komentar