20 Okt 2018 09:36

Jaga Kemajemukan di Sulut, P/KB GMIM Jadi Pelopor Kerukunan

MyPassion
Ketua P/KB Sinode GMIM Pnt GS Vicky Lumentut menghadiri acara HUT ke-56 P/KB Sinode GMIM, kemarin.

MANADOPOSTONLINE.COM---Kemajemukan harus dijaga dan Pria Kaum Bapa (P/KB) Sinode GMIM harus menjadi pelopor kerukunan. Hal ini tegaskan Ketua P/KB Sinode GMIM Pnt GS Vicky Lumentut, ditemui usai acara HUT ke-56 P/KB Sinode GMIM, di Ratahan, kemarin.

Wali Kota Manado tersebut mengatakan, Manado dan Sulut dijuluki sekarang sebagai kota paling toleran dan daerah yang menjaga kerukunan. “Khusus di Kota Manado saya bersama rohaniawan berkomitmen menjaga itu. Maka sampai sekarang mereka bekerja dan mengajak seluruh warga Kota Manado untuk terus merawat kerukunan ini," ujarnya.

Dia mengimbau, terus menjaga kerukunan tanpa kompromi. "Kalau ada gejala-gejala yang mau mengganggu kenyaman apalagi kerukunan, kami akan segera mengambil sikap tanpa komromi. Dan sampai saat ini masih terjaga dengan baik," katanya.

Dia mengajak, P/KB GMIM harus terus merawat kemajemuka di wilayah masing-masing. Menjamin keamanan di lingkungan keluarga, dan menjadi citra tokoh P/KB yang menampilkan keamanan di tempat dia tinggal. “Ajak termasuk binaan baik pemuda remaja untuk terus merawat kebhinekaan, kerukunan, keamanan dan kemajemukan di wilayah masing-masing," pintanya.

Dia juga mengakui, baru-baru ini ada yang coba-coba masuk untuk mengganggu kerukunan di Kota Manado. "Puji Tuhan tidak terjadi hal-hal yang dapat mengguncang nilai-nilai kerukunan. Karena itu selalu siaga waspada dari semua lini. Terutama sebagai P/KB GMIM dan lebih luas lagi seluruh Jemaat GMIM dan masyarakat luas," katanya.

Dia mengungkapkan, tetap berkoordinasi dengan semua pihak untuk menjaga keamanan. Untuk peristiwa yang terjadi belakangan ini, persepsi yang berkembang ada usaha orang mau datang di Manado berpotensi untuk mengganggu kerukunan. “Tetapi saat itu saya dan Forkompinda melakukan rapat dan kemudian melakukan pengawalan dan memastikan tidak ada gangguan-gangguan yang menjurus kepada upaya-upaya memprovokasi dan lain-lain," ujarnya.

"Sempat, ada beredar berita akan terjadi semacam provokasi sehingga ada siaga kelompok akan tetapi subuh sudah kondusif lewat dukungan masyarakat, TNI dan Polri," pungkasnya.(eben/ite)

Kirim Komentar