20 Okt 2018 09:21
Tersangka Sekdes Fiktif

Eks Asisten III Pemkab Minut Digiring ke Malendeng

MyPassion
Mantan Asisten III Pemkab Minut Max Purukan saat akan diantar ke Rutan Malendeng menggunakan mobil Avansa DB 21 F, Jumat (19/10) kemarin. (Ridel Palar/MP)

MANADOPOSTONLINE.COM — Hampir sepuluh tahun bergulir, akhirnya dugaan kasus Sekretaris Desa (Sekdes) fiktif tahun 2009 mulai menyeret sejumlah birokrat menjadi tersangka, dan langsung digiring ke Rutan Malendeng.

Jumat (19/10) kemarin, eks Asisten III Pemkab Minahasa Utara (Minut) Max Purukan (MP) setelah melalui pemeriksaan sejak Pukul 13.00 Wita, di Kejaksaan Negeri (Kejari) Minut, akhirnya Pukul 16.30 Wita digelandang ke Rutan Malendeng, dengan menggunakan mobil Avansa DB 21 F.

Kepala Kejari Minut Rustiningsih SH MH saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya melakukan penahanan terhadap mantan Asisten III, dikarenakan proses untuk penahanan sudah memenuhi berdasarkan Pasal 20 dan 21 ayat empat KUHAP.

"Jadi MP disangkakan melanggar Pasal 11 dan 12 Undang-Undang Korupsi, dengan ancaman hukuman di atas lima tahun," ujarnya.

Dijelaskan Rustiningshi, pihaknya menahan tersangka karena khawatir MP menghilangkan barang bukti atau melarikan diri dan mempengaruhi saksi-saksi yang lain. Saat ditanya terkait adanya upaya hukum praperadilan dari tersangka, Rustiningshi mengungkapkan pihaknya siap menghadapinya. "Karena kita sudah sesuai aturan dan prosedur yang ada," tukasnya.

Ditambahkan Rustiningshi, kasus ini masih akan terus dikembangkan. "Bisa saja ada tersangka lain. Tapi masih dalam pengembangan. Jika masih ada bukti lain, pasti kita akan tuntaskan semua," tukasnya.

Sementara itu, Kuasa Hukum dari tersangka Refly Pantow mengatakan, dengan ditahannya klainnya, itu adalah suatu kewenangan dari kejaksaan. "Tentunya kami dari penasehat hukum tidak boleh mengintervensi karena itulah proses," ucapnya.

Jadi untuk perdebatan masalah hukum bukan disini melainkan di dalam persidangan dan itu ranah kami sebagai penasehat hukum. Pantow menambahkan, sebagai penasehat hukum akan melakukan upaya untuk melakukan pra pradilan. (ria)

Kirim Komentar