19 Okt 2018 08:19
Melihat Pengembangan Galeri Investasi BEI di Bitung

Tukang Ojek, Tukang Tibo, IRT di Bitung Kini Main Saham

MyPassion
MENGUNTUNGKAN: Salah satu galeri investasi yang berada di Kota Bitung. (Vanly Regoh/MP)

Pengusaha sukses main saham sudah biasa didengar. Namun bagaimana kalau tukang ojek, tukang tibo (pengumpul, red) ikan, hingga ibu rumah tangga yang menanam saham? Hal tersebut bisa ditemui di Kota Cakalang, Bitung.

Laporan: Vanly Regoh, Bitung

TERCATAT empat Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia (BEI) di Bitung. Untuk tingkat kecamatan adanya di Maesa dan Madidir. Kemudian ada juga Galeri Investasi BEI yang dikelola Tim Penggerak (TP) PKK Bitung. Terakhir galeri ini berada di sebuah perguruan tinggi swasta.

Melalui program ‘Yuk Nabung Saham’, saat ini masyarakat mulai dari tukang ojek, ibu rumah tangga (IRT), pedagang kecil, tukang tibo, sudah banyak menyisihkan dananya untuk berinvestasi saham. “Tukang ojek, IRT, pedagang kecil adalah kalangan masyarakat yang dulu dianggap tidak bisa menjadi investor. Tapi kini di kota kecil, Bitung, mereka telah membuktikan diri sebagai investor; pemilik saham berbagai perusahaan besar,” jelas Sekretaris Kota (Sekkot) Bitung Dr Audy Pangemanan.

Mengutip laman daring BEI, awalnya Galeri Investasi adalah sarana untuk memperkenalkan pasar modal sejak dini kepada dunia akademis. Sehingga lebih banyak berada di kampus-kampus. “Tapi melihat peluang yang ada, pemerintah dan TP-PKK Bitung mengambil peran pro aktif untuk mengarahkan pengembangan galeri investasi di kecamatan-kecamatan,” ucapnya.

Informasi dan data pada Galeri Investasi BEI di lingkungan perguruan tinggi menurutnya hanya dapat digunakan oleh civitas akademika untuk tujuan akademik. “Sedangkan untuk galeri investasi di kecamatan dan yang dikelola TP-PKK, informasi dapat digunakan untuk tujuan komersial dalam hal transaksi jual dan beli saham,” tuturnya.

Dengan informasi yang terbuka dan terpercaya, mereka ingin mendorong masyarakat ikut serta melakukan transaksi jual dan beli saham. “Sangat mungkin bagi masyarakat, dari yang dulunya hanya sebagai penabung, nantinya bisa menjadi pemilik saham sebuah bank. Dari yang biasanya hanya sebagai konsumen setia sebuah produk, nantinya bisa menjadi pemilik saham sebuah perusahaan,” jelasnya.

“Sejumlah analis memperkirakan, bahwa saham sektor perbankan dan emiten konsumer khususnya Fast Moving Consumer Goods (FMCG) masih akan terus menonjol dan menarik. Sehingga dapat menjadi pilihan investasi masyarakat karena harga per lembar sahamnya juga tidak terlalu mahal,” sambung Pangemanan.

12
Kirim Komentar