19 Okt 2018 12:24

Kajati Sulut Evaluasi Proyek 7,7 M

MyPassion
TURUN LANGSUNG: Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara M Roskanedi berada di salah satu proyek strategis di Bolaang Mongondow Selatan, Kamis (18/10). (Penkum Kejati)

MANADO—Berbagai proyek fisik di Sulawesi Utara (Sulut) pengerjaannya tak boleh main-main. Ini jadi salah satu penegasan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulut M Roskanedi, ketika mengevaluasi proyek berbanderol Rp 7,7 miliar di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel).

“Tujuan kami meninjau proyek jembatan Pakuku untuk melihat secara langsung penyelesaian pembangunan jembatan yang dikawal oleh TP4D (Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah) Kejati Sulut. Apakah sudah sesuai dan dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat,” ungkap Roskanedi saat meninjau proyek Jembatan Pakuku di ruas Jalan Mamalia Taludaa, Kecamatan Tomini, Bolsel, Kamis (18/10).

Menurutnya, proyek itu telah selesai dan mendapat pengawalan TP4D sejak Mei 2018. “Saat peninjauan lokasi pembangunan jembatan, dilakukan evaluasi hasil pekerjaan antara TP4D dan pihak terkait, antara lain satuan kerja, penyedia jasa dan konsultan pengawas,” pungkas Roskanedi.                                                                        

Diketahui, kajati dalam kunjungannya didampingi Asisten Intelijen (Asintel) Devy Sudarso selaku ketua TP4D Kejati Sulut, Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara (Asdatun) Jurist Presecely, Kabag Tata Usaha Mas'ud, Koordinator Ardian dan anggota TP4D.

Rombongan sendiri berangkat ke Bolsel bersama Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional XV Manado Triono Junoasmono, melalui Bandara Jalaluddin Gorontalo. Kemudian dilanjutkan perjalanan ke Bolsel dan tiba pukul 10.30.  Tiba di Bolsel, rombongan disambut Bupati Bolsel Iskandar Kamaru, Kepala Kejari Kotamobagu Dasplin dan unsur TNI-Polri. Kajati Roskanedi dan rombongan kembali ke Manado melalui Bandara Jalaluddin Gorontalo pukul 18.00. (gnr/can)

Kirim Komentar