19 Okt 2018 13:39

Fokus pada Prestasi, Kedepankan Kampanye Positif

MyPassion
DAMAI: Pasangan calon presiden Joko Widodo-Ma’ruf Amin saat menghadiri deklarasi kampanye damai yang digelar KPU beberapa waktu lalu. (Jawa Pos)

MANADO—Tim kampanye calon presiden Joko Widodo dan Ma’ruf Amin komitmen menyebar kampanye positif. “Ini sesuai instruksi dari pusat, kita harus redam kampanye negatif,” tegas Sekretaris Tim Kampanye Jokowi-Ma’ruf di Sulut Franky Wongkar. Dia mengatakan, di masa kampanye, parpol juga wajib memberikan pendidikan politik yang baik pada masyarakat.

“Ajarkan masyarakat untuk bisa menerima perbedaan dan tidak menebar kebencian,” sebut Wakil Bupati Minsel ini. Menurutnya, dengan kerja-kerja hebat yang dilakoni Jokowi selama hampir lima tahun memimpin Indonesia, tim kampanye termasuk para pendukung punya banyak materi untuk sosialisasi.

“Kita fokus saja pada penegasan jika calon yang diusung benar-benar mampu bekerja dan telah membuktikan kemampuannya selama ini,” ujar Wongkar.

Apa yang disampaikan politikus PDI Perjuangan itu senada dengan imbauan Tim Kampanye Nasional (TKN). Menurut tim informasi dan publikasi TKN Jokowi-Ma'ruf, Dwi Badarmanto, kesiapan menghadapi kampanye pilpres penting untuk dirawat dengan baik. Apalagi kampanye pada Pilpres 2019 masih akan berlangsung hingga enam bulan ke depan.

"Pesta demokasi ini baru mulai, harus hemat energi. Makanya kesiapan penting dirawat dengan baik. Terima kasih jika memang ada pengamat yang menilai kami lebih siap," ujar Badarmanto.

Badarmanto juga mengatakan, timnya akan selalu berusaha melakukan sekecil mungkin kesalahan. Dia mengatakan hal tersebut mengomentari pandangan pengamat yang menilai, tim pasangan calon presiden paling sedikit melakukan kesalahan selama masa kampanye, diperkirakan menjadi pihak yang akan menang di Pilpres 2019.

"Caranya, kami akan saling mengingatkan jika ada pandangan dari anggota tim yang tidak sesuai koridor. Saya kira hal ini penting untuk meminimalisir kesalahan," katanya.

Langkah lain, TKN Jokowi-Ma'ruf kata Badarmanto, bakal selalu melakukan hal-hal yang positif. Dengan demikian, kesalahan cenderung dapat diminimalisir.

"Ingat, sekali berbohong biasanya akan kembali berbohong untuk menutupi kebohongan sebelumnya. Ini tentu mengeluarkan banyak energi. Beda kalau bicara hal-hal yang positif, tentu tidak akan capek," kata Badarmanto.

Sebelumnya, pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago menilai, kubu pasangan calon presiden petahana lebih siap menghadapi kampanye pilpres. Sementara pengamat kepemiluan Kaka Suminta menilai, kubu pasangan calon presiden yang paling sedikit melakukan kesalahan semasa kampanye, paling berpeluang meraih kemenangan di Pilpres 2019.(gel)

Kirim Komentar