18 Okt 2018 08:52

Dulu Bersinar, Sekarang Redup

MyPassion

JAKARTA—Path resmi menghentikan layanannya mulai hari ini. 2014 lalu, keunikan pembatasan jumlah teman yang hanya mencapai ratusan, membuat jejaring sosial ini cepat menuai popularitas di Indonesia. Digagas seorang pria Amerika Serikat bernama Dave Morin, Path diluncurkan pertama kali pada bulan November 2010 dan kemudian bisa dinikmati oleh pengguna perangkat Android, iOS, bahkan Windows Phone.

 

Melalui akun Twitter resminya, Path memberikan pengumuman akan mengakhiri layanan aplikasi media sosialnya. “Dengan penyesalan mendalam kami mengumumkan bahwa kami akan berhenti menyediakan layanan kami yang dicintai, Path,” tulis tim Path dalam unggahan berisi pengumuman di situsnya yang diberi judul 'The Last Goodbye'.

“Sepanjang perjalanan, kami telah tertawa dan menangis bersama Anda. Kini penutupan layanan sudah tidak terhindarkan untuk memprioritaskan kerja kami, untuk menyediakan produk dan layanan yang lebih baik untuk Anda,” lanjut Path.

Path turut memberikan urutan tahapan penutupan layanannya. Pertama, kemarin, Path memberikan notifikasi ke para pengguna jejaring sosialnya. Pada awal Oktober lalu, aplikasi Path sudah tak bisa diperbarui lewat toko aplikasi Google Play Store maupun Apple App Store. Hari ini, Rabu (18/10) pelayanan Path bakal dihentikan.

Sebelum ada Path, WhatsApp, Instagram, Facebook dan lain-lain, rupanya sudah ada sosial media yang sudah hits duluan (lihat grafis). Sayang, karena tak bisa bersaing atau tergerus zaman maka sosial media yang dulu sangat dikenal kini sudah tiada. Kabarnya, mereka telah bangkrut.

12
Kirim Komentar