16 Okt 2018 10:53

Ketua DPR: Sedikit Saja Sudah Kena Kepala

MyPassion

Bamsoet mengungkapkan, pelakunya adalah anggota Perbakin asal Kota Tangerang Selatan berinisial I. Sekitar pukul 13.00 hingga 15.00, mereka memang tengah melakukan latihan di Lapangan Tembak Senayan. Lapangan tembak itu berada di Jalan Gelora, tepat di seberang pintu belakang kompleks parlemen atau berjarak 350 meter dari gedung Nusantara I.

”Jadi bukan sengaja atau merupakan aksi teror, bukan, ini murni latihan. Walaupun (ruangan yang kena, Red) anggota komisi III yang gencar mengegolkan Undang-Undang Antiterorisme,” sebut legislator Partai Golkar itu.

Bamsoet menyebutkan, dalam sejarah DPR, sudah tiga kali kejadian peluru nyasar ke kompleks DPR. Hal itu tentu patut menjadi evaluasi. Dia meminta Badan Urusan Rumah Tangga DPR melakukan pengkajian, apakah perlu melapis kaca gedung Nusantara I, yang berhadapan dengan lapangan tembak, dengan lapisan antipeluru.

Bamsoet juga meminta ada kajian evaluasi dari pengamanan di sekitar lapangan tembak, yang menjadi tanggung jawab Sekretariat Negara. ”Jujur kami tidak bisa bayangkan jika staf Pak Bambang yang sedang umrah dan tamu Pak Wenny itu kena. Sedikit saja sudah kena kepala,” katanya khawatir.

Setyo Wasisto yang berada di samping Bamsoet menjelaskan kapasitasnya yang juga sebagai ketua Pengprov Perbakin DKI Jakarta. Setelah dilakukan pemeriksaan, diduga terjadi peluru nyasar dari proses latihan tembak reaksi di venue lapangan tembak. Pelaku telah diamankan di Mapolda Metro Jaya.

”Jadi, di lapangan tembak ini bermacam-macam (latihan). Ada tembak sasaran dan tembak reaksi. Tembak reaksi itu penembaknya bergerak karena sasarannya juga bergerak, jadi aktif,” kata Setyo.

Bisa jadi, gerakan tersebut menyasar tidak sengaja ke lantai 13 dan 16 gedung Nusantara I DPR. Namun, kepastian peluru nyasar itu harus menunggu hasil pemeriksaan terhadap I. ”Untuk urusan hukum kami serahkan ke Polda Metro. Sementara urusan organisasi kami sampaikan ke Pengprov (Perbakin) DKI,” kata Setyo.

Nico menambahkan, dari proses identifikasi oleh Inafis dan Labfor Mabes Polri, lubang kaca di ruangan Wenny dan Bambang memang disebabkan peluru. Dari sudut pecahan kaca, diperkirakan peluru itu berasal dari lapangan tembak. ”Arah peluru sejajar dengan lapangan tembak dan memang ada latihan dari jam 1 sampai jam 3 sore,” katanya.

Di sisi lain, Wenny belum sepenuhnya percaya dengan pernyataan yang disampaikan kepolisian dalam keterangan pers. Purnawirawan brigjen polisi itu menilai polisi terlalu cepat menyimpulkan. ”Ya, kalau begitu (polisi) kan nggak profesional. Lihat sendiri, peluru baru dicabut, wawancara di bawah sudah bilang nyasar,” tukasnya.

Wenny menduga peluru tersebut ditembakkan dari senjata laras panjang. Polisi, menurut dia, seharusnya melakukan uji forensik sebelum mengambil kesimpulan. Dengan begitu, polisi bisa mengetahui jenis peluru, kaliber, dan jenis senjata yang digunakan. Dia meminta polisi tidak serta-merta menyebut itu peluru nyasar. ”Jangan seolah-olah menghilangkan jejak. Kalau itu tembus kepala, masak bilang itu nyasar? Nggak boleh mempercepat cerita gitu,” tuturnya.

Wenny juga meminta polisi memeriksa lokasi Lapangan Tembak Senayan. Tujuannya ialah memastikan jenis senjata dan peluru yang digunakan. Dia juga akan meminta Partai Gerindra mengawasi proses penyelidikan tersebut. ”Tidak boleh langsung vonis (kesimpulan, Red), seperti goreng kacang saja,” sindirnya. (jpg/tan)

12
Kirim Komentar