16 Okt 2018 10:53

Ketua DPR: Sedikit Saja Sudah Kena Kepala

MyPassion

Ruangan Wenny Warouw Diterjang Peluru //

 

JAKARTA—Ruang kerja dua anggota DPR di gedung Nusantara I kemarin (15/10) diterjang peluru. Polisi menyebut kejadian itu murni peluru nyasar. Namun, beberapa anggota DPR belum percaya. Mereka menganggap polisi terburu-buru menyimpulkan kasus itu.

Dua ruangan yang menjadi sasaran peluru kaliber 9 mm tersebut adalah kantor anggota Fraksi Partai Gerindra Wenny Warouw dan anggota Fraksi Partai Golkar Bambang Heri Purnama. Ruang Wenny bernomor 1601 di lantai 16, sedangkan ruang Bambang bernomor 1313 di lantai 13.

Insiden itu terjadi pukul 14.35 WIB. Wenny saat itu sedang bersama dua tamunya, Pendeta Heski Roring dan AKBP Ronald Rumondor. Wenny bercerita, saat penembakan terjadi, dirinya sedang berbincang dengan Heski dan Ronald. Tiba-tiba ketiganya mendengar kaca pecah. ”Begitu lihat kaca berhamburan di meja, tamu saya berteriak ’tiarap, Pak, penembakan’, saya lalu tiarap,” kata Wenny kepada wartawan seusai kejadian.

Menurut Wenny, posisi peluru itu sangat dekat dengan kepala Heski yang juga anggota Dewan Penasihat Partai Gerindra. Karena itulah, Heski sempat merasakan desingan peluru tersebut. Wenny menduga peluru itu ditembakkan penembak profesional. Dilihat dari lubang di kaca dan plafon, tembakan tersebut diduga berasal dari arah sekitar gedung Kompas di Palmerah. ”Tembusan ke plafonnya itu sempurna banget. Jadi betul-betul tembakan yang profesional,” katanya.

Pada waktu hampir bersamaan, peluru juga menembus ruang kerja Bambang Heri. Dia sedang tidak ada di kantornya karena menjalani ibadah umrah. Namun, stafnya yang bernama Farista nyaris tertembak di bagian kepala. Peluru tersebut menembus bagian belakang jilbabnya. ”Untung tidak mengenai kepalanya,” kata Sufmi Dasco Ahmad, Ketua Mahkamah Kehormatan DPR yang sempat melihat kondisi Farista.

Sekitar pukul 17.00, tim dari Inafis dan Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri tiba di lokasi kejadian. Tampak pula Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto yang didampingi Kabaghumas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono dan Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta.

Satu jam kemudian, Ketua DPR Bambang Soesatyo dengan didampingi tiga perwira polisi itu, ditambah Dasco, anggota Komisi III DPR Adies Kadir, dan beberapa anggota dewan lainnya menggelar jumpa pers. Bamsoet –sapaan Bambang Soesatyo– memastikan bahwa kejadian tersebut adalah peluru nyasar. Peluru itu berasal dari senjata api yang ditembakkan anggota Persatuan Menembak dan Berburu Indonesia (Perbakin). ”Ada latihan menembak di Perbakin, kemudian pelurunya nyasar ke gedung DPR. Dalam hitungan menit, orang yang diduga salah tembak itu sudah ditemukan,” kata Bamsoet yang juga ketua bidang hukum dan penegakan disiplin PB Perbakin.

12
Kirim Komentar