13 Okt 2018 10:24
Bersama PBB, ADB dan Wapres Kunjungi Palu

Bank Dunia Bantu Rp 76 Miliar

MyPassion
TINJAU LOKASI BENCANA: Sekjen PBB Antonio Gutteres, Wapres Jusuf Kalla dan CEO Bank Dunia Kristalina Georgieva, saat meninjau lokasi bencana gempa dan likuifaksi di Kelurahan Balaora, Kecamatan Palu Barat, dan tenda pengungsian, Jumat (12/10). (Agung Sumandjaya/Radar Sulteng/JPG)

SEJUMLAH pemimpin lembaga internasional menyempatkan diri menengok kondisi Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) di sela-sela acara Annual Meeting IMF – World Bank 2018 yang digelar di Bali sejak awal pekan lalu. Dalam kunjungan Jumat (12/10), mereka menyatakan komitmen untuk membantu proses rekonstruksi pasca gempa dan tsunami yang memporak poranda beberapa kota di daerah tersebut.

Sejumlah tokoh yang hadir di antaranya Sekjen Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) Antonio Gutteres, CEO Bank Dunia Kristalina Georgieva, dan Country Director for Indonesia, Asian Development Bank (ADB) Winfried Wicklein. Saat mereka meninjau Palu, Wakil Presiden Jusuf Kalla turut mendampingi. JK menyampaikan bahwa beberapa lembaga internasional memiliki pengalaman membantu rekonstruksi pasca bencana.

Bank Dunia dan PBB misalnya, ikut terlibat saat menangani bencana tsunami di Aceh 2014 lalu. Karena itu, ia menyampaikan ucapan terima kasih atas komitmen kedua lembaga untuk kembali terlibat. ”Sangat membantu dalam melakukan rekonstruksi Aceh,” kata Wapres.

Pada kesempatan itu juga, pria asal Sulawesi Selatan itu menyampaikan apresiasinya terhadap komitmen ketiga lembaga untuk memberi bantuan.

Sekjen PBB Antonio Gutteres dalam pernyataannya mengungkapkan keprihatinan yang mendalam dan solidaritas dari negara-negara anggota PBB. ”Solidaritas terhadap para korban yang terdampak sangat luar biasa,” kata Gutteres. Dia mengapresiasi respons cepat Pemerintah Indonesia dalam menangani bencana. Untuk itu, dia bersama para komunitas internasional akan terus mendukung.

Sehingga penanganan bencana ini menjadi efektif. ”Saya percaya komunitas internasional siap memberi bantuan untuk memulihkan, merekonstruksi Palu,” ujarnya.

Di tempat yang sama, CEO Bank Dunia Kristalina Georgieva menyampaikan simpati yang sama. Dia menyatakan bahwa tantangan dari bencana adalah membangun kembali dengan lebih baik. Pihaknya pun siap membantu dengan menggelontorkan dana.

Untuk bantuan, World Bank menyiapkan dana sebesar USD 5 juta atau Rp 76 miliar untuk membantu proses rekonstruksi. Harapannya, dapat memberikan manfaat kepada mereka yang kehilangan segalanya.

Pernyataan duka juga disampaikan Country Director for Indonesia, Asian Development Bank (ADB) Winfried Wicklein. ”Kami prihatin atas apa yang terjadi, dan kami siap membantu yang dibutuhkan oleh Indonesia,” ujarnya.(tan)

Kirim Komentar