12 Okt 2018 12:12

Pertambangan PT Panorama Ilegal, Dua Tahun Beroperasi Tak Miliki IUP dan IMB

MyPassion
Perusahaan pertambangan PT Panorama yang ada di Desa Lanud, Kecamatan Modayag belum mengantongi izin dari pemkab. (Dok/MP)

BOLTIM—Sudah dua tahun beroperasi, PT Panorama yang mengelola pertambangan di wilayah Kabupaten Boltim diduga illegal. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Boltim Syukri Tawil, kemarin.

Dia sangat menyayangkan, sampai sekarang PT Panorama tidak pernah menunjukan Izin Usaha Pertambangan (IUP) di wilayah Boltim. “Izin memang adalah kewenangan provinsi. Termasuk  untuk  pengurusan IUP. Namun harus ada laporan juga ke pemkab, jika perusahaan yang bersangkutan mulai beroperasi," jelasnya.

Lanjutnya, karena kegiatan pertambangan menyangkut lingkungan jadi harus ada IUP. “Sampai saat ini kami belum menerima laporan jika di Lanud ada PT Panorama. Setahu kami banyak wilayah pertambangan di Lanud tapi di bawah naungan KUD. Sedangkan untuk PT Panorama sendiri belum ada," katanya.

Tawil mengatakan, pihaknya akan segera melakukan pemantauan terkait lingkungan di wilayah tersebut. Karena sampai saat ini pihaknya tidak pernah mengetahui apakah di Boltim ada PT Panorama atau tidak. “Karena belum menerima laporan. Nanti kita akan lakukan pemantauan terkait lingkungan di wilayah tersebut," dia berjanji.

Terpisah,  Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Boltim Mahmud Mokoagow pun membeber, perusahaan yang sudah dua tahun beroperasi tersebut sampai saat ini belum mengurus  Izin Mendirikan Bangunan (IMB). "IMB dari PT Panorama sampai sekarang belum ada. Mereka sempat memasukkan dokumen pengurusan IMB tapi dokumen kepemilikan lahannya atas nama orang asing yang hanya menggunakan passport, sehingga harus dirubah kepemilikannya atas nama orang lokal. Tapi sampai saat ini belum diurus sehingga IMB belum kami keluarkan," katanya.

Menanggapi hal ini manager dari PT Panorama Irwansyah, mengaku belum bisa memberikan keterangan terkait hal tersebut. "Saya belum bisa memberikan keterangan. Karena saya masih sementara meeting," singkatnya, ketika dikonfirmasi via telepon.

Sebelumnya, Kadis Disnakertrans Irwan Demak mengatakan, jika di perusahaan tersebut ada beberapa pekerja asing yang bekerja. "Ada tiga Tenaga Kerja Asing (TKA) di PT Panorama dan sudah beroperasi," tukasnya. (tr-01/ite)

Kirim Komentar