12 Okt 2018 10:52

Mubasir!!Sejak Diresmikan, Kapal Ro-Ro Baru Sekali Pengangkutan

MyPassion

MANADO—Layanan transportasi laut Roll-on/Roll-Off (Ro-Ro) antara Davao–Bitung yang diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) 30 Juli 2017 lalu ternyata mubasir. Menurut Ronny, Humas Pelindo IV Bitung, kapal Ro-Ro yang memiliki kapasitas 500 teus tersebut, selama satu tahun lima bulan lebih ini, hanya sekali melakukan pengangkutan. Bahkan kapal Ro-Ro itu meninggalkan kurang lebih 50 kontainer kosong di dermaga Pelindo.

 

"Sampai sekarang kontainer-kontainernya masih ada dan masih kosong, artinya tidak ada muatan balik," ujarnya kepada Manado Post, kemarin (11/10).

Lanjutnya, pihak Pelindo IV hanya menyediakan fasilitas dermaga. Dia tidak tahu alasan kapal Ro-Ro mandek. “Itu bukan wewenang Pelindo. Pada dasarnya kami sangat mendukung setiap program pemerintah baik pusat maupun daerah. Dermaga kami buka 1x24 jam. Bahkan kami justru sangat senang karena dengan adanya program ini otomatis dermaga akan lebih ramai," katanya.

Terkait hal ini, Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Steven Kandouw mengatakan, yang menjadi alasan kapal Ro-Ro mandek karena regulasi. Menurutnya, regulasi ekspor impor masih terkunci dan membatasi hasil pertanian Sulut yang akan dikirim ke Davao, Filipina.

"Sedikitnya barang dari Bitung yang dikirim ke Davao Filipina, menjadi kendala kapal Ro-Ro. Sedikit ini karena ada regulasi di bidang pertanian tentang ekspor impor yang masih tertutup. Karena itu, pak gubernur sedang gencar-gencarnya membuka keran regulasi tersebut. Ini kita upayakan, agar supaya kapal ini dapat kembali beroperasi," ungkapnya.

Untuk membuat kapal Ro-Ro kembali beroperasi, lanjut Kandouw, Pemprov Sulut sudah bertemu dengan perwakilan Filipina beberapa waktu lalu. Pertemuan tersebut menurutnya, membicarakan mengenai hasil pertanian yang akan dikirim.

"Jadi dari pertemuan kita dengan Konsul Jenderal (Konjen) RI di Davao City waktu lalu, telah terjadi kesepakatan untuk kembali mengaktifkan dan mempercepat pelayaran kapal Ro-Ro. Itu sudah terlihat akan kembali beroperasi, karena setelah pertemuan waktu lalu, Konjen langsung meminta daftar hasil pertanian yang akan dikirim. Serta dirinya juga langsung berkoordinasi untuk meminta daftar hasil pertanian yang dibutuhkan para pengusaha di Filipina," jelasnya.

12
Kirim Komentar