11 Okt 2018 18:46

Kaledo sampai Palumara, Ini 5 Kuliner Khas Palu Wajib Dicoba

MyPassion
Aneka makanan khas Palu. (Instagram/@elly.rosiana dan @beta.makan.terus)

MANADOPOSTONLINE.COM - Kota Palu dan Donggala perlahan bangkit dari musibah yang terjadi dua pekan lalu. Bantuan, dukungan doa dan semangat terus mengalir ke kota berjulukan Mutiara di Khatulistiwa itu.

Kota di tengah Pulau Sulawesi itu memang istimewa. Tak hanya wisatanya yang menawan, namun juga punya beragam kuliner yang khas. Nah berikut lima makanan khas Palu yang wajib dicoba.

Kaledo
Sekilas mirip Sop Konro dari Makassar. Bedanya, bagian kaki sapi yang ada hidangan ini diolah dengan cara tidak dibakar atau dipanggangg layaknya Sop Konro. Soal cita rasa jangan ditanya, Kaledo juga memiliki cita rasa pedas dan asam. 
Selain memiliki cita rasa yang lezat, hidangan ini juga memiliki kandungan gizi yang baik, seperti protein, zat besi, Omega 3, kalsium, dan lain-lain. Hidangan ini juga lebih nikmat jika dimakan selagi hangat.

Palumara
Yang satu ini tak boleh dilewatkan. Sebelas dua belas mirip kuah asam Manado. Bahan dasarnya ikan laut. Bisa ikan tongkol, ikan bandeng, dan kakap merah. Hidangan ini juga memiliki cita rasa yang khas, yaitu pedas asam. Rasa asam dihasilkan dari buah asam muda, sedangkan rasa pedas dihasilkan dari potongan cabai rawit atau keriting. Dengan kuah bening berwarna kekuningan, hidangan ini cocok disantap bersama nasi jagung.

Uto Kelo
Hidangan selanjutnya adalah adalah Uta Kelo. Sesuai namanya, makanan khas Suku Kaili (suku asli wilayah Sulawesi Tengah) itu terbuat dari campuran daun kelor yang dimasak bersama santan.  Dalam penyajiannya, makanan ini biasanya ditambahkan bahan pendamping seperti pisang kapok, udang, ebi, ataupun terong. Rasa khas Uta Kelo terletak pada kombinasi rasa gurih yang dihasilkan oleh santan, serta pedas yang dihasilkan oleh cabai rawit. Selain rasanya yang unik dan menggiurkan, ternyata daun kelor yang menjadi bahan utama pembuatan Uta Kelo juga memilki beragam khasiat untuk tubuh, lho. Daun kelor dipercaya dapat memulihkan tenaga, sehingga cocok disantap saat makan siang.

Nasi Jagung
Nasi jagung atau nasi milu jgua ada di Manado. Bahan dasarnya biji jagung yang sudah tua lalu dikeringkan dan ditumbuk hingga sebesar biji beras. Setelah ditumbuk, beras jagung lalu dicampur dengan beras padi dan dimasak menggunakan kukusan bumbu. Tak jauh berbeda dengan nasi biasa, nasi jagung juga memiliki tekstur yang pulen, lho. Tak hanya itu, nasi ini juga cocok disantap bersama panganan lain, seperti Duo Sale dan Uta Kelo.

Duo Sale
Lidah orang Manado pasti cocok dengan yang satu ini karena rasanya yang pedas. Duo Sale merupakan sambal khas kota Palu. Terbuat dari ikan teri yang dikeringkan, lalu dimasak dengan bumbu cabai merah, bawang merah, dan juga tomat.  Berbeda dengan sambal dari daerah lain yang memiliki dominan rasa pedas dan gurih, sambal ini cenderung memiliki cita rasa manis tak terlalu  pedas. Sambal ini juga cocok disantap bersama nasi hangat ataupun panganan khas kota Palu lain. (Kumparan.com/mpo)

Kirim Komentar