11 Okt 2018 18:00

Alami Tekanan Likuiditas, Ini Jawaban Jiwasraya Manado

MyPassion
Rapat persiapan acara Insurance Day 2018 di kantor wilayah Jiwasraya Manado tadi sore. (Atika Mengko/Manado Post)

MANADOPOSTONLINE.COM - PT Asuransi Jiwasraya (Persero) saat ini mengalami tekanan likuiditas. Alhasil BUMN Asuransi ini menunda pembayaran klaim ke nasabahnya.

Dilansir dari CNBC Indonesia, produk yang mengalami penundaan pembayaran klaim adalah bancassurance. Produk ini berada pada 11 bank. 

Terkait ini, Kepala Kantor Wilayah Jiwasraya Manado Lucie Ondang melalui Faisal Arifin Kabag Operasional dan Penjualan angkat suara.

Arifin menjelaskan, PT Asuransi Jiwasraya ada tiga. Yakni Bancassurance, pusat program manfaat karyawan dan BOS. Di Manado sendiri adalah Branch Office System (BOS).

"Ruang lingkup kerja kami agak berbeda. Kami menangani ritel-ritel yang umum. Sedangkan Bancassurance menangani nasabah-nasabah dengan pola investasi. Jangka waktunya 1 tahun," tuturnya.

Terkait penundaan pembayaran, Arifin mengatakan, semuanya ada penjelasan dari direksi lewat surat kepada nasabah dan pihak Bank yang mengelola nasabah itu.

"Memang ada tekanan likuiditas. Dan saat ini sedang dilakukan penyelesaian bersama dengan pemegang saham. Tapi kalau dari kami tidak ada masalah. Pelayanan kami tetap jalan," tuturnya.

Arifin menambahkan, atas keterlambatan pembayaran, Jiwasraya akan memberikan pembayaran bunga.

Hal tersebut sebagai konsekuensi keterlambatan dalam pembayaran.

"Angka-angkanya yang nasabah seperti itu memang sampai miliaran. Mengingat penempatan dananya juga miliaran. Itu dalam jangka waktu 1 tahun. Ritel dari kami itu jangka panjang. Untuk pembayaran sampai hari ini juga kami masih membayar dan tidak ada penundaan. Angkanya tidak terlalu besar, tidak sampai miliaran," tandasnya. (atika)

Kirim Komentar