11 Okt 2018 12:45
Sanksi Polres Tomohon ke Personel Tak Taat Aturan

Ada Perwira Polisi Keliling Lapangan Pakai Daster

MyPassion
DIGANJAR: Kapolres Tomohon AKBP I Ketut Agus Kusmayadi SIK bersama Kasatker dan para Kanit mengenakan daster pertanda kurang disiplin dalam bekerja. (Dok Polres Tomohon)

Suasana apel pagi sejumlah pejabat teras di lingkungan Mapolres Tomohon Rabu (10/10), berbeda dari biasanya. Beberapa orang berdaster tampak lari keliling lapangan. Mereka bukan ibu-ibu, tapi perwira yang sedang dihukum.

 

Laporan, Julius Laatung

SEKIRA pukul 06.30, AKBP I Ketut Agus Kusmayadi SIK sudah berdiri di lapangan upacara. Kapolres Tomohon itu bersiap memimpin apel pagi, meski sang surya baru mulai menampakkan dirinya. Kabut juga masih menyelimuti markas penegak hukum yang terletak di daerah rindang dan dikelilingi rimbunnya pepohonan ini.

Bukannya langsung memulai apel, dia malah memberikan arahan ke sejumlah perwira polisi untuk berlari mengelilingi lapangan. Seragam coklat mereka dilapisi daster. Mungkin ini kali pertama terjadi di institusi yang dipimpin Jenderal Tito Karnavian ini.

Menggelitik memang. Namun, pastinya ada alasan kuat kenapa hal itu terjadi. Meski berbalut pakaian dinas lengkap (PDL). Mengelilingi halaman Mapolres Tomohon, sekira dua kali putaran wajib dilakukan sejumlah perwira. Bukan tanpa alasan, kali ini sesuai arahan pimpinan. Semua Kanit, Kasat dan Kabag yang dinilai kurang memberikan pedoman kerja, wajib diganjar dengan cara tersebut. Harus berbalut daster, layaknya ibu-ibu menunggu tukang sayur lewat.

"Ini ganjaran bagi semua anggota kita, tanpa pandang bulu. Menindaklanjuti ketidakdisiplinan para Kasubsatker di bawah arahan para Kabag dan Kasat yang menaunginya. Anggota tidak masuk lah, terlambat ngantor, dan alasan lainnya. Jadi wajar saya ganjar, dipakein daster supaya memacu semua anggota, dari bawah hingga atas agar taat aturan, waktu terlebih jadi contoh di Polres Tomohon," ungkap Kusmayadi.

Dia menambahkan, tak hanya memberikan pengajaran bagi anak buahnya, dirinya pun turut mengenakan seragam khas emak-emak tersebut. "Biar bagaimanapun, saya pimpinan di sini (Polres Tomohon, red) anak buah saya kurang patuh, berarti itu bermula dari kepemimpinan saya, ini mengindikasikan saya gagal dalam membina anggota saya," ujarnya sembari turut berlari mengitari lapangan Mapolres berukuran sekira 50x80 meter tersebut.

"Lah kita kan juga harus jadi contoh, pemimpin yang bijak, harus bisa mengajarkan seluruh anggotanya," tambah dia.

Meski begitu, pihaknya menegaskan pentingnya menjaga sikap disiplin, menjadi panutan dalam pekerjaan, terlebih memberikan contoh bagi masyarakat. Jadi tujuan dibalik pemberian hukuman yang dinilai unik dan mungkin kali pertama di institusi penegak hukum ini.

"Tidak ada motivasi apa-apa, mendorong dan menggiatkan anggota untuk lebih meningkatkan kualitas kerjanya. Ingat, kita jadi contoh bagi masyarakat, mematuhi aturan dan menjalankannya. Bermula dari sikap disiplin pribadi kita," tukas Kapolres yang dikenal responsif ini.(***)

Kirim Komentar