10 Okt 2018 09:48

Pernah Digoyang Gempa 7,3 dan 7,4 SR, Sulut Aman Ancaman Tsunami

MyPassion

MANADO—Warga Sulut jangan henti memanjatkan doa agar terluput dari rupa-rupa pencobaan. Sejauh ini, Sulut masih aman dari ancaman Tsunami. Padahal gempa berkekuatan 7,3 dan 7,4 Skala Richter (SR) pernah mengguncang bumi Nyiur Melambai.

 

Data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat, pada 2010 ada gempa 7,4 SR; 2011 6,9 SR; 2012 5,9 SR; 2013 5,7 SR dan 2014 7,3 SR.

“Pada prinsipnya bahwa lempeng bumi itu berdinamika (bergerak) dan bertumbukan satu dengan yang lain. Tumbukan ini yang memicu patahan sehingga terjadinya gempa bumi,” ungkap Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Manado Irwan Slamet ST MSi, melalui Staf Operasional Muhammad Zulkifli, Selasa (9/10) saat dikonfirmasi.

Menurutnya masyarakat perlu diedukasi dan diberikan pemahaman. Bahwa tidak semua gempa bumi tektonik berpotensi mengakibatkan terjadinya tsunami. “Tapi sebagian besar tsunami terjadi disebabkan oleh gempa bumi,” katanya lebih lanjut.

Dirinya pun menjelaskan jika gempa bumi yang dapat memicu tsunami memiliki kriteria (syarat), diantaranya; Magnitudo atau kekuatan lebih dari Magnitude 7,2 SR. “Kemudian hiposenter gempa bumi pada kedalaman dangkal kisaran 10-30 km,” ungkapnya.

Terkait dengan ancaman tsunami di Sulut, sampai saat ini belum bisa diprediksi. “Berdasarkan catatan gempa bumi besar tahun 1800-an kemungkinan terjadi tsunami di wilayah Sulut. Tapi masyarakat juga harus paham bahwa pencatatan, peralatan, metode dan cara analisa gempa bumi di tahun 1800-an itu belum secanggih sekarang dan data kejadian tsunami juga hanya tercatat dari waktu penjajahan,” ujarnya. Akan tetapi secara lokasi, Sulut katanya ada di zona rawan gempa bumi karena merupakan zona pertemuan lempeng tektonik.

“Bagi masyarakat setempat, kondisi alam yang kurang ‘bersahabat’ ini adalah sesuatu yang harus diterima. Sehingga mau tidak mau, suka tidak suka, semua itu adalah konsekuensi yang harus dihadapi sebagai penduduk yang tinggal dan menumpang di batas pertemuan lempeng tektonik,” kata Zulkifli.

BMKG pun mengimbau agar masyarakat tetap tenang. Jangan panik dan ikuti arahan. “Untuk masyarakat yang berdomisili di sepanjang pinggiran atau bibir pantai hal pertama yang dilakukan adalah evakuasi mandiri ke tempat yang lebih tinggi ketika merasakan gempa yang cukup kuat, tanpa harus menunggu arahan dari pemda setempat,” bebernya. “Kedepanya masyarakat perlu diedukasi terkait kesiapsiagaan bencana tsunami. Sehingga mereka siap menghadapi,” tandasnya.

12
Kirim Komentar