10 Okt 2018 08:38

Lebih Lama dari Aldi, Pria Ini Hilang 86 Hari di Lautan, Ditemukan di AS

MyPassion
DITEMUKAN: Stenly Tatoy mendapat perawatan medis usai hilang hampir tiga bulan. (Facebook Moses Corneles)

MINUT—Masih hangat di ingatan warga hilangnya Aldi Adilang (17) selama 49 hari di lautan lepas. Rupanya kasus serupa juga dialami Stenly Tatoy, warga Desa Gangga Satu, Kecamatan Likupang Barat, Minut. Bedanya, pria 37 tahun ini hilang dan terombang-ambing selama 86 hari dengan rompong (rumah rakit lautan), hampir tiga bulan.

 

Selasa (9/10) kemarin Stenly ditemukan. Wilayah penemuannya sama dengan Aldi di perairan Guam, Amerika Serikat (AS). Menurut informasi, Stenly dan Aldi saling kenal. “Iya (kenal), tapi saya dengan dia tidak terlalu dekat, hanya sekadar kenal saja di tempat pekerjaan. Dia memang lebih dulu hilang dari saya,” sebut Aldi saat wawancarai.

Informasi penemuan Stenly sendiri didapat dari paman korban. “Keponakan saya hilang waktu sementara menjaga rakit (rompong),” beber Moses Corneles, saat dikonfirmasi kemarin.

Menurutnya, Informasi pertama didapati saat ia melihat postingan FB. Awalnya ia mencurigai lokasi keponakannya saat ditemukan berada di antara perairan Jepang-Filipina. “Soalnya perempuan yang bikin status di facebook tak mau bilang kalau itu di negara mana,” ungkap Moses, yang juga ketua Komisi Dua DPRD Kabupaten Minut tersebut.

Dari foto yang beredar, Stenly tampak sedang berada di ruangan. Dia mengenakan kaos putih dan celana pendek hitam. Kemudian tangan kirinya sedang diinfus petugas medis. Menurut Moses informan tersebut belum bisa berbicara banyak. Karena polisi dan pemerintah di negara tersebut, belum memberikan izin untuk ekspos. “Setelah kami berusaha mencari tahu lokasi keponakan saya, ternyata bukan terdampar di Jepang. Melainkan di sekitaran Pulau Guam, tepatnya berada di lautan Pasifik Amerika Serikat, yaitu Pulau Yap,” bebernya.

“Sampai saat ini (kemarin) pemerintah Pulau Guam belum bisa mengekspos informasi tentang keberadaan ponakan saya, karena terikat dengan aturan pemerintah. Tetapi yang pasti sekarang dia sudah keluar rumah sakit dalam keadaan baik. Untuk sementara ditampung di tempat penampungan di Pulau Yap,” imbuhnya.

Sementara itu, menurut penerjemah Stenly yang ada di Pulau Yap Amelia Deasy Nathaline saat dikontak via messenger mengatakan, ia mengetahui keberadaan Stenly dari polisi setempat. “Saat ini kondisi Stenly baik-baik saja dan sehat. Ia sudah keluar dari rumah sakit,” ceritanya. “Saya tak bisa memberikan informasi lebih. Tapi yang pasti pemerintah di sini sedang bekerja dan berusaha memulangkan beliau,” tambahnya.

Nathaline menambahkan, kemarin baru dilaporkan ke kedubes Indonesia. “Kemarin kami juga baru mendapatkan informasi keluarganya. Mohon bersabar, karena ketika pemerintah di sini sudah mengizinkan, saya pasti akan memberi kabar,” tandas Deasy.(MP)

Kirim Komentar