10 Okt 2018 09:24
Deteksi Longsor dan Erupsi Gunung

Cegah Bencana, EWS Dianggarkan 4,8 Miliar

MyPassion
Robby Kalangi

TOMOHONWilayah Tomohon dihantui dua potensi bencana. Yaitu longsor dan erupsi gunung. Karenanya, untuk mencegah sekaligus meminimalisir korban baik jiwa dan materi, Pemkot Tomohon mengembangkan sistem pendeteksi bencana alam. Pendeteksi bencana ini bernama early warning system (EWS).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tomohon Robby Kalangi mengatakan, pihaknya tengah mempersiapkan sistem peringatan dini yaitu EWS. “Early Warning System namanya. Memberikan peringatan dini, di saat adanya indikasi terjadinya bencana. Lebih ke preventif arahnya,” ungkap Kalangi.

Dijelaskannya, pengadaan EWS akan dikoordinasikan bersama beberapa dinas terkait. Koordinasi dan komunikasi lewat perangkat yang terhubung dalam satu sistem. Sehingga mampu memberikan jaminan bagi masyarakat. “Terkoneksi di sistem command center yang dikembangkan Diskominfo. Bantuan logistik dari Dinsos serta SKPD terkait lainnya,” kata dia.

Dikatakan Kalangi, untuk menopang jalannya rencana ini, draft pengadaan alat dan mesin sudah kita masukkan. “Secara keseluruhan kita anggarkan di tahun 2019 nanti sebesar Rp 4,8 miliar,” beber dia.

Di tempat yang sama, Kabid Penanganan Darurat dan Logistik Wiliam Poluan menambahkan, sesuai pemetaan wilayah ada tiga titik yang berpotensi mengalami dampak bencana dengan kategori parah. “Masing-masing di Kumelembuai-Rurukan, Tinoor-Kinilow dan Woloan dan Tara-tara. Di titik ini, potensi terjadinya longsor dan terdampak akibat erupsi dua gunung berapi aktif. Selain itu, daerah Kakaskasen juga masuk kategori awas,” sebut Poluan. (jul/fgn)

Kirim Komentar