29 Sep 2018 11:18
Masuk Jaring, Siap-siap Jadi Santapan

Melihat Langsung Cara Nelayan `Menjebak` Hiu

MyPassion
TERJEBAK: Nelayan asal Kombi memegang seekor hiu yang masuk dalam jalanya. ( Revliando Abdillah/MP)

Tak lama sekira 20 menit, soma yang panjangnya 100 meter sudah selesai dibentangkan. Dia kembali memeriksa jalanya dengan berjalan ke arah awal soma dilepas. "Yah sudah semua. Sekarang tinggal dibiarkan. Tunggu 3 sampai 4 jam. Itu memberikan kesempatan ikan yang mencari makan di pinggir pantai masuk ke area soma. Sebab makanan ikan yang disasar adalah rumput laut di nyare atau daerah dangkal pantai," jelasnya tersenyum. Saat itu hari mulai petang. Sambil menunggu di gubuk, tak banyak aktivitas yang dilakukan Om Dan. Dia memilih beristirahat karena panen pukat akan dilakukan jam 10 malam.

Tak terasa matahari mulai tenggelam berganti bulan menyinari bibir pantai. Sangat indah dan menawan. Jarum jam berada di angka 10. "Ini waktu tepat untuk panen. Karena kita tidak pakai perahu, harus tunggu air surut," jelasnya.

Selanjutnya Om Dan menuju pantai. Dia pamit pada istrinya. Dua jaring digenggamnya. Lengkap dengan senter kepala dan tas selempang untuk menjadi penampung ikan hasil panen. Dua jaring itu untuk mengurung ikan. Masing-masing dikaitkan di ujung sisi jaring pertama yang sudah dipasang terlebih dahulu. Sekarang sudah berbentuk segi empat dengan ikan-ikan yang sudah terkurung di tengah jaring, membentuk volume sekira 100 meter di setiap sisi.

Air laut saat itu hanya sekira selutut tingginya. Dinginnya air menusuk hingga ke tulang. Ketika sudah makin menjauh dari pantai, kedalamannya sampai pinggang orang dewasa. Om Dan yang memang sudah sangat berpengalaman terlihat biasa saja. Seperti sudah mati rasa dengan dinginnya air laut.

Dengan leluasa Om Dan berjalan di dalam jaring yang telah berpetak 100 meter setiap sisi itu. "Jadi sebelum panen, mengambil jaring kedua. Ditutup di ujung kiri dan kanan soma yang pertama ditanam. Diikat ujung soma bagian kiri dan kanan. Dengan panjang diusahakan sampai ke bibir pantai. Agar ikan tidak bisa keluar, karena sudah terperangkap dengan jaring," jelasnya, sambil terus melangkahkan kakinya menyisir jaring pertama.

Malam itu keberuntungan menghampiri Om Dan. Setelah melakukan survei jaring, wajah sumringah memancar. "Ada beberapa ikan bobara (kakap) besar dijaring," katanya. Panen pun dimulai. Om Dan memeriksa setiap meter jala yang ditebarnya untuk melihat dan menangkap ikan yang diinginkan.

123
Kirim Komentar