25 Sep 2018 10:10

Kenaikan Gaji PNS Dianggarkan

MyPassion
Harold Lolowang

MANADOPOSTONLINE.COM — Anggaran sekira Rp 740 miliar jadi pembelanjaan Kota Tomohon di tahun 2019 mendatang.  Nominal tersebut dipaparkan Wali Kota Tomohon Jimmy Eman melalui Sekretaris Kota (Sekkot) Ir Harold Lolowang di sela pelaksanaan Rapat Paripurna DPRD Tentang Penyampaian Rancangan Peraturan Daerah Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah (APBD) Kota Tomohon tahun anggaran 2019.  “Masing-masing untuk pos belanja tidak langsung sebesar Rp 291,6 miliar, sementara untuk belanja langsung kita tuangkan dalam RKP 2019 sebesar Rp 449,5 miliar. Totalnya sekira Rp 740, 8 miliar,” beber Lolowang.

Lebih rinci dijelaskannya, khusus untuk pos belanja tidak langsung tersebut, secara umum mengalami kenaikan sebesar dikarenakan untuk membayar kenaikan gaji PNS yang naik 5 persen di tahun depan.  “Serta memperhitungkan acress sebesar 2,5 persen dari jumlah belanja pegawai untuk gaji pokok dan tunjangan. Serta pengalokasian anggaran untuk TPP 13 dan TPP THR bagi PNS. Selain itu pula terjadi peningkatan pada belanja hibah, bantuan sosial dan pada belanja tidak terduga,” papar dia.

Sementara, dari pos belanja langsung dijelaskan Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Tomohon Gerardus Mogi, pengeluaran terbesar ada di sektor belanja barang dan jasa, dengan besaran anggaran yang terpakai sekira Rp 196,1 miliar.  “Sisanya dipakai untuk belanja pegawai Rp 73 miliar dan belanja modal sebesar Rp. 180,3 miliar. Kenaikan belanja langsung ini dipergunakan untuk melaksanakan percepatan pencapaian prioritas dan kebijakan pembangunan daerah untuk periode waktu 2019 dengan memperhatikan visi misi wali kota dan wakil wali kota,” beber Mogi.

Memang dalam penetapan lanjutan, rumusan angka ini masih bakal melalui godokan DPRD. Namun, pihaknya berharap kepada seluruh Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) di semua SKPD agar benar-benar memaksimalkan kualitas dan outcome dari semua program yang disusun di tahun 2019 nanti. “Bukan hanya mengejar pengeluaran anggaran semata. Tapi lebih dari itu, apa yang dikerjakan punya efek dan multiplier effect, dan yang paling penting berkelanjutan untuk peningkatan taraf hidup masyarakat,” pungkas dia. (jul/fgn)

Kirim Komentar