24 Sep 2018 18:47
Oleh: Prof. DR. dr. Grace D. Kandou, M.Kes.

Pentingnya Upaya Pencegahan Kanker Payudara Melalui Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI)

MyPassion
Prof. DR. dr. Grace D. Kandou, M.Kes.

MANADOPOSTONLINE.COM - Kanker merupakan penyakit tidak menular yang telah menjadi masalah kesehatan utama baik di dunia maupun di Indonesia. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan kanker sebagai penyebab kematian sekitar 8,2 juta orang pada tahun 2012. Kanker paru, hati, perut, kolorektal, dan kanker payudara merupakan penyebab terbesar kematian setiap tahunnya.

Saat ini, kanker payudara menjadi jenis kanker yang sangat menakutkan bagi perempuan di seluruh dunia termasuk Indonesia. Kanker payudara merupakan kanker yang paling sering di antara perempuan dengan 1,67 juta kasus kanker baru terdiagnosis pada tahun 2012 (25% dari semua kanker).

Kanker payudara adalah tumor ganas yang terbentuk dari sel-sel payudara yang tumbuh dan berkembang tanpa terkendali sehingga dapat menyebar di antara jaringan atau organ di dekat payudara atau ke bagian tubuh lainnya.

Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) merupakan upaya untuk mendeteksi dini kanker payudara yang sering dianjurkan untuk setiap wanita. Tindakan ini sangat penting karena hampir 85% benjolan di payudara ditemukan oleh penderita sendiri.

SADARI mudah dilakukan, tidak menimbulkan rasa sakit, tidak menimbulkan kerusakan jaringan dan dapat mendeteksi tumor sekecil apapun. Permasalahan yang ada ialah masih kurangnya kesadaran wanita khususnya ibu-ibu rumah tangga berusia produktif untuk melakukan SADARI. Hal ini disebabkan karena minimnya pengetahuan mengenai pencegahan tersebut.

Dalam rangka peningkatan pengetahuan dan sikap wanita terutama kelompok ibu-ibu rumah tangga usia produktif untuk melakukan SADARI, maka tim PKM melakukan penyuluhan kesehatan tentang kanker payudara dan langkah-langkah pencegahan termasuk SADARI di kelurahan Singkil Dua Kota Manado.

Adapun langkah-langkah SADARI yaitu berdiri tegak di depan cermin mengangkat kedua tangan dan perhatikan apakah ada kemerahan atau bengkak di payudara, kemudian letakkan kedua tangan di pinggang dan perhatikan kembali payudara apabila ada yang tidak normal.

Setelah itu payudara ditekan dengan menggunakan 3 jari tengah yang dirapatkan dan mulai gerakan dari atas ke bawah, melingkar searah jarum jam, kemudian rasakan apakah ada benjolan. Setelah itu, payudara ditekan kembali ke arah puting dan dilihat apakah ada cairan yang keluar.

Setelah posisi berdiri, selanjutnya posisi berbaring mendatar dengan meletakkan bantal/handuk di bawah bahu, tangan kanan diletakkan di belakang kepala kemudian payudara sebelah kanan ditekan menggunakan tangan kiri dengan gerakan yang sama seperti sebelumnya.

Apabila terasa benjolan di payudara, terdapat perubahan tekstur kulit payudara, kulit payudara mengeras seperti kulit jeruk, luka di bagian payudara yang tidak sembuh, terdapat cekungan atau tarikan di kulit payudara, atau keluar cairan dari puting saat melakukan SADARI, maka disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

Pencegahan utama kanker payudara dimulai dari diri sendiri. Upaya pencegahan dapat dilakukan dengan beraktivitas fisik teratur setiap hari, mengonsumsi buah dan sayuran, mengurangi makanan berlemak dan goreng-gorengan, tidak mengonsumsi alkohol, memberikan ASI bagi ibu yang menyusui dan dapat mengganti kontrasepsi oral dengan non hormonal setelah 2 tahun. Ingatlah bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati. (*)

Kirim Komentar