24 Sep 2018 13:51
Mewoh: Itu Dilarang

Bendera Minahasa Raya Berkibar di Deklarasi Damai

MyPassion
BOBOL: Deklarasi damai yang digelar KPU diwarnai dengan munculnya bendera Minahasa Raya. Terlihat dua calon DPD-RI, Ferry Weku dan Denny Tewu, ikut foto bersama.

MANADO—Deklarasi damai yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulut berbuntut hingga ke ranah hukum. Pasalnya, saat menggelar deklarasi demi kelancaran dan berjalan aman serta damai Pemilu 2019 nanti, dirusak dengan aksi pembentangan bendera Minahasa Raya oleh sejumlah oknum, Minggu (23/9) kemarin.

Parahnya, salah satu oknum yang mengabadikan momen bersama bendera tersebut, adalah calon DPD RI perwakilan Sulut. Bahkan, informasi yang didapat, oknum tersebut saat deklarasi sempat memakai slayer sama gambarnya dengan bendera yang dibentangkan bersama tim cakalele.

Melihat bendera Minahasa Raya dibentangkan, Tim Intelkam Polda Sulut langsung mengamankan bendera tersebut. Sementara itu, Ketua KPU Sulut Dr Ardiles Mewoh mengatakan, hari ini pihaknya akan berkoordinasi dengan Polda terkait peristiwa tersebut. "Yang pasti itu dilarang oleh KPU Sulut dan sudah disampaikan dalam rakor persiapan deklarasi akhir pekan lalu," kuncinya.

Di sisi lain, Denny Tewu, calon anggota DPD-RI yang terlihat foto bersama rombongan mengaku tidak tahu menahu dengan bendera Minahasa Raya tersebut. “Cuma foto. Yang pakai kaos itu calon DPD Ferry Weku, di samping saya. Rasanya banyak calon termasuk Ibu Maya Rumatir. Maaf, sejujurnya saya tidak tahu kalau itu dilarang,” tandasnya, saat dikonfirmasi tadi malam.(ria/gel)

Kirim Komentar