21 Sep 2018 10:27

Pemasaran Wine Pala Khas Talaud sampai Luar Daerah

MyPassion
BANJIR PEMINAT: Wine Pala di stand Kabupaten Talaud, diburu pengunjung. (Ebenheazer Lampus/MP)

Pameran HUT ke-54 Provinsi Sulawesi Utara, jadi ajang memamerkan produk-produk unggulan daerah. Salah satu yang menarik dan unik adalah Wine Pala.

Laporan, Ebenheazer Lampus

BIASANYA wine dibuat dari anggur. Di Kabupaten Talaud, para petani membuat wine dengan bahan baku dari Pala. Bahan bakunya pala, tauge, ragi, air dan gula. Dibuat oleh penduduk asli Desa Mangaran, Kecamatan Kabaruan, Kabupaten Kepulauan Talaud. Benedikta Saleleng, pembuat wine pala menuturkan, proses pembuatan memakan waktu yang cukup lama.

Pembuatan diawali buah pala dipetik dari pohon. Pala harus yang sudah masak, kemudian dimasukkan ke dalam pendingin selama tiga minggu. Setelah itu lanjutnya, direndam dalam air selama 1,5 jam. Kemudian dicuci dan direbus selama 20 menit. “Lalu matikan api dan diamkan sampai dingin, diaduk-aduk lagi, diperas dan ambil sari buahnya. Tambahkan air mineral salu disaring,” bebernya

Hasilnya kemudian ditambahkan sari tauge dan didihkan selama 20 menit. “Setelah mendidih tambahkan gula dan aduk sampai merata. Dinginkan dan disimpan ke dalam toples kaca. Setelah dingin, tambahkan ragi lalu diaduk,” ungkap Saleleng.

Selanjutnya, proses fermentasi selama dua minggu. “Satu minggu pertama diaduk kembali sampai minggu kedua. Setelahnya, sari pala disedot ditaruh kedalam panci dan direbus selama 20 menit. Setelah dingin ditaruh lagi kedalam toples dan setelah dua hari baru dikemas kedalam botol kemasan," urainya.

Menurutnya peredaran Wine Pala sudah tersebar di daerah sekitar bahkan sampai luar daerah. "Pembuatan Wine Pala yang dilakukan hanya tergantung pesanan. Tetapi peredarannya kebanyakan di sekitar daerah Kabupaten Talaud dan Sulawesi Utara. Bahkan ada yang memesan sampai ke Batam, Kepulauan Riau," pungkasnya.

Sementara itu, di Pameran HUT ke-54 Provinsi Sulawesi Utara, wine khas Talaud ini sudah habis terjual. Menurut Kasie Peningkatan SDM Koperasi dan Kewirausahaan, Dinas UKM Koperasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Talaud Roby Haribasare, minuman khas ini banyak diburu konsumen. "Saat kami membuka stand di pameran, wine yang kami sediakan habis terjual. Nanti hari akan tersedia langsung dari daerah asalnya,” katanya.

Dia menambahkan, rasa Wine Pala memang enak dan mempunyai ciri khas yang berbeda serta harga yang relatif terjangkau. "Merek yang orang Talaud buat adalah merek Porodisa. Harganya di kisaran Rp 30.000 sampai Rp 35.000 per botol," jelasnya.

Pihaknya berharap produk asli Talaud ini semakin dikenal orang. Dan mengkonsumsinya dengan sewajarnya. "Agar produk ini bisa mendongkrak perekonomian masyarakat dan pendapatan daerah," pungkasnya.(***)

Kirim Komentar