18 Sep 2018 10:51
Beda dengan e-Tilang

Polisi Uji Coba Tilang Kamera Jalanan

MyPassion
JENIUS: Kendaraan melintasi CCTV yang digunakan untuk mengawasi arus lalulintas di Protokol Rasuna Said, Kuningan. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/pd/15)

JAKARTA—Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akan melakukan sistem uji coba tilang dengan kamera atau yang dikenal dengan sebutan Electronic Traffic Law Enforcement (e-TLE) pada bulan Oktober di kawasan Sudirman-Thamrin. Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Yusuf mengatakan pihaknya masih membahas jumlah titik kamera yang nantinya akan dipasang kamera pengintai untuk mendata pelanggar.

Untuk uji coba setidaknya disediakan empat kamera pengintai. "Iya uji coba (bulan depan), ini saya lagi rapat untuk kameranya, pemasangan kameranya di mana. Lokasi di Sudirman-Thamrin tapi titik-titiknya masih kita cek untuk pemasangan kamera ini," ujarnya saat dihubungi cnnindonesia, Senin (17/9).

Yusuf menjelaskan setiap kamera akan dipasang di tiang lampu lalu lintas. Mekanisme sistem e-TLE pun nantinya kamera yang sudah terpasang di tiang lampu akan menangkap atau meng-capture kendaraan yang melanggar lalu lintas. Setelah itu print out dari hasil capture akan masuk ke pihak Ditlantas Polda Metro Jaya.

Usai print out hasil capture masuk, pihaknya akan membuatkan surat tilang untuk dikirimkan ke alamat pelanggar. Sejauh ini tilang akan diberlakukan untuk pelanggaran marka jalan seperti menerobos lampu lalu lintas saat berwarna merah, kendaraan berada di zebra cross saat lampu merah dan tak menutup kemungkinan pelanggar ganjil genap yang terekam.

Untuk penentuan biaya tilang, kata Yusuf, sesuai dengan Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. "Sesuai dengan denda maksimal, tilang. Sesuai Undang-Undang enggak pake berdebat di lapangan," tuturnya.

Untuk pembayaran tilang pun, Yusuf menjelaskan harus dilunasi 14 hari setelah surat dikirimkan. Jika lewat dari hari itu maka STNK kendaraan akan diblokir. "Kalau ini hanya diblokir STNK-nya pada saat bayar pajak, bayar pengesahan itu enggak bisa karena terblokir harus bayar tilang dulu. Paling lama (pembayaran) 14 hari tapi ya masih dihitung waktunya," tuturnya.

Nantinya, kata Yusuf, pihaknya akan melakukan sosialisasi terkait e-TLE salah satunya adalah dengan meminta setiap pemilik kendaraan mencantumkan nomor teleponnya saat mengurus surat-surat berkendara. "Tanggal satu ini sudah ini kita kan lagi sosialisasi untuk setiap pemilik kendaraan baik baru maupun mutasi ataupun apapun itu wajib mencantumkan nomor handphone, Itu saja masukan dulu saja, sosialisasi dulu ke masyarakat," kata Yusuf.

Yusuf mengatakan sistem e-TLE berbeda dengan e-tilang. Meskipun sama-sama penindakan berupa tilang, tetapi keduanya memiliki sistem yang berbeda. Menurut Yusuf, tilang yang dilakukan dengan sistem e-TLE dilakukan oleh kamera dan bukan lagi polisi di lapangan.

Sementara e-Tilang hanya berkaitan dengan proses administrasi sementara penindakan masih dilakukan oleh polisi di lapangan. "Beda dong, ini kan penegakannya menggunakan kamera, langsung menangkap pakai kamera. e-tilang hanya prosesnya saja, proses administrasinya saja, yang nindak tetap anggota juga, kalau ini enggak, yang menindak kamera," ucapnya.(*/gnr)

Kirim Komentar