17 Sep 2018 09:16
Latihan Pagi-Sore, Janji Berusaha Sekuatnya

Persiapan Audy Ngangi Menuju Asian Para Games 2018

MyPassion
JADI SAKSI: Umah keluarga Audi Ngangi, yang menjadi saksi tekad dan semangat di tengah kekurangan. Keluarganya selalu menunggu dan mendoakan yang terbaik buat Audi.

Kekurangan fisik, tak jadi penghambat meraih prestasi. Hal ini dibuktikan Audi Ngangi, atlet asal Sulut, yang akan membela Indonesia di ajang Asian Para Games 2018 Oktober mendatang.

Laporan, Revliando Abdilah

DESA Tatelu 1 jaga 6, tepatnya di Jalan Pinili Kelutaui, menjadi saksi seorang Audi Ngangi tumbuh. Pria berusia 35 tahun ini, memang lahir dan dibesarkan di Tatelu, di sebuah rumah sederhana. Dikisahkan sang ibu, Norce Wuisan, Audi lahir dalam kondisi normal.

“Terus waktu umur dua tahun, kena demam tinggi. Hampir setahun dirawat di rumah sakit. Karena tidak perubahan, jadi dokter suruh pulang dan dirawat jalan. Selanjutnya saya usaha dengan membawa ke dokter anak. Karena setelah sakit, kondisinya langsung jadi lemah. Lumpuh sudah tidak bisa jalan lagi," ceritanya.

Lanjut wanita yang bekerja sebagai tani sekaligus IRT ini, mulai saat itu, putra bungsunya tersebut tumbuh tidak sempurna. Kedua kakinya kecil. Tangan kanannya juga tidak sempurna, dengan jari-jari yang lemah. “Hanya postur tubuhnya yang baik dan tangan kirinya. Juga tidak bisa jalan. Hanya menyeret tubuh dengan bantuan tangan," ungkapnya, saat ditemui pekan lalu.

Tambah wanita berusia 69 tahun ini, dia bangga dengan semangat Audi. Walaupun berkekurangan, namun jiwa juangnya gigih. Sebab dari kecil, Audi mulai suka main tenis meja. Walaupun hanya menggunakan tangan kirinya, untuk memegang bets. "Jadi kami keluarga kaget. Dulu kami punya warung kecil dan ada meja makan. Terus dia pasang tali, dan bets-nya menggunakan sendal, kemudian bermain tenis meja dengan teman-temannya. Umurnya waktu itu 12 tahun," kenangnya.

12
Kirim Komentar