21 Agu 2018 08:33
`Lahir` 90-an, Diminta Peremajaan

Angkot `Tua-tua Keladi` Masih Eksis di Manado

MyPassion
Ilustrasi

MANADOPOSTONLINE.COM — Sebanyak 40 persen angkutan kota (angkot) yang beroperasi di Manado ternyata ‘tua-tua keladi’ atau sudah usur. Angkot-angkot itu keluaran 90-an tapi tetap dipaksakan beroperasi.

“Sebenarnya angkot-angkot tua itu sudah tidak layak operasi. Kalau memang ingin operasi harus ada peremajaan. Karena ini soal keselamatan dan kenyamanan penumpang,” ujar James Patimuru, salah satu warga, kemarin.

Anggota Komisi B DPRD Manado Roy Maramis mengaku setuju dengan peremajaan angkot tua. Karena soal keamanan transporasi, katanya, setiap angkot harus memenuhi kelayakan jalan.

“Tapi kebijakan peremajaan harus dibahas lintas sektor. Pemkot Manado dan provinsi harus duduk bersama membahas ini dan mencari solusi. Kalau pun dilakukan peremajaan harus ada ganti rugi. Pemerintah harus membayar angkot umur 90-an,” katanya.

Menurut dia, peremajaan juga harus dilakukan bertahap. Contoh angkot umur 20-an tahun terlebih dahulu. Kemudian angkot umur 15 tahun. “Karena kebijakan ini juga tidak boleh mematikan mata pencaharian para sopir. Kalau pun ini diterapkan serentak oleh pemerintah, para sopir harus mencari pekerjaan baru,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Manado M Sofyan mengakui, memang masih banyak angkot umur 90-an beroperasi. Dia juga membenarkan pemkot belum menerapkan peremajaan angkot. “Namun kalau angkot lewat uji kir layak untuk beroperasi,” ungkapnya. 

Jumlah Angkot: 

Tahun 1990-2003

2. 309 Unit

(ite/can)

 

Kirim Komentar