13 Agu 2018 09:28

Peda di Sangihe Enggan Kerja Sama dengan Kejaksaan

MyPassion
M Roskanedi

MANADOPOSTONLINE.COM — Ternyata sebagian perangkat daerah (peda) di Sangihe enggan bekerjasama dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Sangihe. Padahal Kejari telah masuk di Tim Pengawal Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D). Hal ini diungkapkan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulut M Roskanedi saat bertatap muka dengan jajaran PNS Sangihe baru-baru ini.

Menurutnya, berdasarkan data, hanya enam peda Sangihe yang menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) kerjasama hukum dengan kejaksaan. “Sisanya sebagian besar masih belum melakukan kerjasama,” bebernya.

Padahal di Pemkab Sangihe, lanjutnya, ada 30 lebih peda. “Itu berarti baru sebagian kecil yang melakukan kerjasama hukum dengan kejaksaan,” tegas Kajati.

Untuk itu, dia mengajak semua peda mempercayakan kejaksaan terkait penyelesaian permasalahan hukum. Baik masalah tata usaha negara maupun perdata. “Khusus untuk masalah perdata, kejaksaan siap membantu peda ketika ada pihak yang mengkomplain atau menggugat. Termasuk siap menjawab setiap ada gugatan maupun melaksanakan sidang. Serta siap menyelesaikan seandainya ada permasalahan yang perlu diselesaikan di luar persidangan,” jelasnya.

Lanjut Kajati, kejaksaan sekarang sudah mengurangi pendekatan dari sisi perkara tipikor dan lebih fokus pada pengawalan dan pendampingan. “Tapi bukan berarti tipikor mandek,” jelasnya.

Ditambahkannya, untuk masalah tipikor, kejaksaan tidak lagi mengejar target banyaknya kasus. Tapi lebih menekankan pada kasus yang betul-betul merugikan keuangan daerah. “Meski kasus yang ditangani hanya satu. Jadi kami tidak akan sembarang kasak-kusuk apalagi berkaitan dengan pembangunan di daerah, bahkan saya jamin tidak akan ada lagi jaksa yang nakal,” kuncinya. (wan/can)

Kirim Komentar