30 Jul 2018 15:10

Perusahaan China Bikin Robot Seks dengan Kecerdasan Buatan

MyPassion
Pembuatan robot seks di WMDOLL.(Aly Song/Reuters)

MANADOPOSTONLINE.COM—China sangat gencar memajukan teknologi untuk memudahkan kehidupan warga dan memajukan ekonomi negara. Negeri Tirai Bambu itu tengah mendorong industri kecerdasaan buatan (artificial intelligence/AI) di berbagai aspek.

Di tengah pengembangan teknologi AI yang berguna untuk kehidupan manusia, beberapa pengusaha China mengambil terobosan yang unik dengan menanamkan teknologi AI pada robot seks atau boneka seks.

WMDOLL, salah satu perusahaan pembuat boneka seks terbesar di China yang berbasis di provinsi Guangdong, telah meluncurkan boneka bertenaga AI pada akhir tahun 2016.

Robot seks AI buatan WMDOLL menawarkan fitur mulai dari percakapan sederhana hingga gerakan mata, lengan, dan bagian tubuh lainnya. Pengguna juga dapat mempersonalisasi robot seks mereka dengan memilih berbagai tampilan fisik termasuk tinggi badan, gaya rambut, dan warna mata.

Fitur AI yang ditanamkan pada boneka tersebut masih sangat mendasar. Mereka dapat menjawab pertanyaan tetapi tidak dapat mengadakan percakapan lebih lama dan mendalam. Robot itu menggunakan kosakata dengan menghubungkan ke database yang didukung oleh raksasa teknologi China, Baidu.

Perusahaan Baidu mengakui bahwa pengembangan fitur-fitur boneka seks AI sangat sulit. Ditambah lagi dengan banyaknya ahli teknologi yang tidak tertarik untuk mengembangkan teknologi AI pada produk-produk dewasa.

“Tentu saja kami tidak berharap untuk membuat boneka AI kami yang mirip manusia, bagaimana pun juga kami hanya membuat produk dewasa,” kata Liu Ding, manajer produk WMDOLL, dilansir Reuters. "Tapi kita pasti akan menambahkan teknologi yang lebih canggih ... misalnya membuat anggota badan bergerak lebih alami."

WMDOLL mengatakan telah menjual lebih dari 20 boneka AI, yang dihargai antara 10.000 yuan hingga 50.000 yuan atau sekitar Rp 21 juta hingga Rp 105 juta. Sementara penjualan boneka seks biasa bisa mencapai 20 ribu unit per tahun.

Perusahaan menargetkan robot seks AI bisa lebih disukai pelanggan di luar negeri, termasuk Amerika Serikat yang menjadi negara ekspor utama mereka. Setengah dari pengiriman luar negeri WMDOLL pergi ke Amerika Serikat atau menghasilkan 80 persen dari penjualan mereka.(Kumparan.com/mpo)

Kirim Komentar