25 Jul 2018 08:51
AHY Peluang Besar Pendamping Prabowo

Gerindra-Demokrat Sulut Siap Menangkan

MyPassion
Susilo Bambang Yudhoyono dan Prabowo Subianto, (Fedrik Tarigan/Jawa Pos)

MANADO—Partai Demokrat sudah memastikan berkoalisi dengan Gerindra untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Koalisi ini pun disambut semua kader Demokrat dan Gerindra di Sulut. Seperti diungkapkan Ketua Gerindra Sulut Wenny Lumentut. Menurutnya, DPD Gerindra Sulut tunduk pada putusan pusat.

 

“Sesuai Rakornas Gerindra, Pak Prabowo dicalonkan presiden. DPD Gerindra Sulut dan jajaran hingga ranting tentu siap memenangkan. Termasuk ketika Gerindra berkoalisi dengan Demokrat,” tukas Wakil Ketua DPRD Sulut ini, kemarin.

Senada disampaikan Ketua Harian Partai Demokrat Sulut James Karinda. “Apapun keputusan DPP, apalagi terkait Pilpres harus dijalankan. Sebagai kader partai kita harus loyal,” ujar Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Sulut ini.

Dia menambahkan, yang terpenting adalah program yang dilakukan benar-benar menyentuh masyarakat dan membuat perubahan. Jika memang Gerindra berkoalisi dengan Demokrat, Karinda mengatakan keinginan Demokrat Sulut adalah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dijadikan pendamping.

“Jika memang sudah final koalisi dengan Demokrat diharap AHY yang jadi cawapres. Tapi di sisi lain, kalau koalisi dengan PDI-P kita menginginkan juga AHY mendampingi Jokowi. Tapi semua tentu tergantung DPP mau berkoalisi dengan partai mana. Kader di daerah siap mendukung dan akan mengawal pemenangan,” tandas Karinda.

Terpisah, pengamat politik Sulut, Alvon Kimbal mengatakan, dengan keputusan Demokrat mendukung Gerindra maka kubu oposisi semakin kuat. 

“Sebab ini dua partai yang besar dan kuat. Pun di Sulut sangat diperhitungkan. Yang sebenarnya mereka sulit bertemu. Tapi ini memang bergantung pada kepentingan. Dapat jadi teman dan bisa jadi musuh,” beber akademisi Fispol Unsrat ini.

Namun dia menilai, jika ditimbang, koalisi partai yang mendukung Jokowi masih kuat. Termasuk di Sulut. “Sekarang masih kuat koalisi Jokowi. Sebab ada enam partai yang mendukung Jokowi. Meskipun calon wakil presiden belum ditentukan, namun dengan komunikasi politik, siapapun calon wakilnya, akan tetap didukung,” jelasnya.

Di sisi lain, dia mengatakan, nilai jual ketokohan, masih unggul Jokowi di Sulut, dibanding Prabowo. “Memang di Sulut masih bisa disebut kampung halaman Prabowo. Namun sejarah membuktikan, Jokowi dapat menang meyakinkan di Sulut. Ini yang menjadi dasar,” urainya.

Alasan lain, lanjutnya, Demokrat dan Gerindra belum pernah menjadi partai nomor satu di Sulut. “Sedangkan di Sulut ada dua partai besar yang pernah berkompetisi dan menjadi penguasa. PDIP dan Golkar. Apalagi ditambah PKB, PPP dan lainnya. Ini menjadi kekuatan luar biasa untuk Jokowi,” yakinnya.

Selain itu, lanjutnya, ada rumor PKS tidak akan berkoalisi dengan Gerindra. “Sebab PKS berharap calon wakil presiden dari PKS. Dengan koalisi Demokrat, maka akan berubah,” tukasnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan bergabung dengan Gerindra dan mengusung Prabowo Subianto sebagai calon presiden.

12
Kirim Komentar