19 Jul 2018 14:43

Demo RBM Soal Pilkada Bolmut Ricuh

MyPassion
Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Bolmut Menuntut (RBM) melakukan aksi damai di depan Kantor Disdukcapil dan KPU Bolmut. (Dok)

MANADOPOSTONLINE.COM — Aksi demo Aliansi Rakyat Bolmut Menuntut (RBM) di kantor KPU Bolmong Utara (Bolmut), Rabu (18/7) kemarin, berakhir ricuh. Dalam aksi ini massa menuntut meminta data DPT hasil pleno. KPU Bolmut mempersilahkan utusan mengambil data sesuai prosedur Pelayanan Informasi Publik di dalam kantor. Namun ketika utusan masuk dalam kantor,  mereka tidak mau mengisi buku tamu  dan langsung keluar. Saat bergabung dengan massa, koordinator lapangan menginstruksikan massa masuk. Massa pun memaksa masuk dan terjadi dorong mendorong dengan aparat. Tak lama kemudian beberapa massa melempar kantor KPU dengan batu. Massa akhirnya dibubarkan dengan gas air mata dan tembakan peringatan. Beberapa orang pendemo sempat lolos sampai ke dalam dengan benda tajam berupa pisau. Namun sempat diamankan petugas kepolisian.

Mereka bukan hanya berdemo di KPU. Massa yang pro pasangan calon Hamdan Datunsolang-Murianto Babay ini juga mendatangi Kantor Disdukcapil dan Kantor Panwaslu. Di Disdukcapil mereka menginginkan rilis Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang telah dikeluarkan e-KTP dan suket. Bukan hanya itu, massa memaksa meminta situs pihak Disdukcapil agar bisa diakses untuk melihat data masyarakat Bolmut yang memiliki e-KTP.

Kepala Disdukcapil Bolmut Parmin Mokodompis mengatakan bukan wewenang mereka terkait DPT. "Kita tidak bisa memberikan data kependudukan sembarang karena ada prosedurnya.  Kalau untuk masalah DPT itu sudah ada kerja sama dengan Dirjen Dukcapil dan KPU RI. Kemudian kami juga memiliki sistem informasi kependudukan. Dimana jika warga yang merekam e-KTP tidak memenuhi prosedur maka tidak akan terbaca oleh sistem," beber Parmin di depan massa. Para orator pun berjanji akan kembali membawa massa lebih banyak untuk turun ke jalan Senin (23/7) pekan depan.

Sementara di depan Kantor KPU Bolmut, para orator meminta KPU mengeluarkan data DPT asli yang sudah ditandatangani dan tercap.  Massa melanjutkan aksi ke Kantor Panwaslu Bolmut dengan menyampaikan keluhan terkait pengawasan.

Ketua KPU Bolmut Lukman Daimasiki didampingi Komisioner KPU Sulut  Meydi Tinangon yang ditugaskan mengisi kekosongan Komisioner KPU Bolmut memberikan penjelasan pada massa. “Logistik telah didistribusikan sesuai aturan, penggantian ketua karena ada pengunduran diri ketua yang lama Faisal Husin. DPT telah ditetapkan sesuai prosedur peraturan perundangan-undangan, dengan melibatkan partisipasi masyarakat dan dilakukan secara terbuka,” ujar Tinangon. Dia menambahkan, DPT telah ditetapkan secara terbuka.  Sayangnya berbagai penjelasan dari Tinangon dirasa massa tidak cukup. (ctr-04/gel)

Kirim Komentar