16 Apr 2018 16:13

454 SMP Belum Siap UNBK

MyPassion
Grace Punuh

MANADO –Masih banyak Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Sulut  belum siap mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Kepala Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulut dr Liesje Grace Punuh Mkes mengatakan, dari 778 SMP/MTs se-Sulut, baru sekitar 324 sekolah yang melaksanakan UNBK dengan total peserta mencapai 24.444 siswa. “Sedangkan yang melaksanakan Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP) berjumlah 454  sekolah, dengan total peserta ujian sebanyak 19.009 siswa,” ujarnya.

Dia menjelaskan, banyaknya SMP belum mengikuti UNBK karena terkendala sarana dan prasarana yang belum memadai. "Contoh saja Kota Tomohon, SMPnya meminjaman sarana komputer SMA/SMK hingga bisa melaksanakan UNBK. Artinya jika UNBK digelar, harus ada suatu terobosan yang baru meski komputer di masing-masing sekolah masih kurang. Sebab dengan UNBK nilai kecurangan dan siswa saling bertanya tidak akan terjadi," jelasnya.

Punuh berharap, semoga pelaksanaan UNBK maupun UNKP 23-26 April nanti bisa berjalan dengan baik seperti di tingkat SMA/SMK. "Pekan depan adalah perjuangan yang harus dilalui anak-anak SMP. Mau UNBK atau UNKP keduanya harus sukses dijalankan. Semangat dan support dari dinas pendidikan kabupaten/kota harus dijalankan," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Manado Dr Deysie Lumowa MPd mengakui SMP di Manado masih ada yang belum mempunyai komputer. "Memang masih ada beberapa sekolah belum siap dengan UNBK, karena fasilitasnya. Ini tidak bisa dipaksakan. Intinya mereka bisa melaksanakan ujian dengan lancar," ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Mitra Djelly Waruis menjelaskan,  ada beberapa alasan belum 100 persennya penyelenggaraan UNBK di Mitra. "Dengan kondisi geografis di Kabupaten Mitra, ada beberapa wilayah yang sulit mengakses jaringan internet. Kemudian terkendala pengadaan komputer," ujarnya.

Dia mengatakan, tahun depan direncanakan akan ada penambahan pengadaan komputer atau laptop. Serta akan diajukan pengadaan server dan jaringan internet. "Nanti tahun depan baru kami usulkan penambahan pengadaan komputer. Supaya bisa dianggarkan di APBD Kabupaten," sebut Waruis.

Selain itu, kata Waruis pihaknya sudah melakukan pengajuan ke Kementerian, dengan memasukkan formulir penambahan komputer. "Itu akan diperuntukkan untuk beberapa sekolah. Namun untuk berapa banyak bantuan yang diterima kami menunggu keputusan dari kementerian," katanya. (ela/ite)

Berita Terkait
Kirim Komentar