13 Des 2017 15:13

Tanawangko-Koya Darurat TBC

MyPassion

MINAHASA—Penyebaran penyakit Tuberculosis (TBC) terus memprihatinkan. Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Minahasa, jumlah kasus TBC sampai triwulan III menyentuh angka 164 kasus. Naik dari triwulan II yang hanya di angka 156 kasus (lihat grafis, red).

Sedangkan untuk wilayah penyebaran paling banyak ada di Tanawangko 56 kasus, dan di Koya 46 kasus. “Kita terus melakukan upaya preventif, dengan tujuan menekan angka penderita penyakit TBC ini,” kata Kepala Dinkes Minahasa dr Juliana Kaunang, kemarin.

Kaunang menjelaskan, sepanjang 2017 angka penderita TBC mengalami peningkatan sekira lima persen tiap triwulan. “Meski tak mencolok peningkatannya, namun hal ini cukup memprihatinkan,” katanya. Penyebabnya, dia membeberkan, adalah letak geografis kabupaten Minahasa dan kondisi lingkungan yang kurang sehat.  “Sanitasi dan pemukiman warga dekat sungai atau pantai jadi faktor pendukung berkembangnya penyakit yang disebabkan bakteri basil ini,” pungkas Kaunang.

Sementara, Pemegang Program Bidang TB dan HIV Meity Wetik menambahkan, dari keseluruhan jumlah kasus tersebut, ada 53 kasus yang masuk kategori TBC BT Positif. “Kecamatan Tanawangko jadi kontributor terbesar,” bebernya. BT Positif sendiri, dia menjelaskan, berarti kasus sudah pada tingkat parah. “Resistensi akan obat. Biaya penyembuhannya juga mahal. Berbicara saja dengan penderita besar kemungkinannya terjangkit,” kata dia.

Dia menuturkan, penularan penyakit ini salah satunya melalui media udara. Olehnya, pihaknya berharap seluruh masyarakat dapat menjaga kebersihan lingkungan, pola hidup sehat dan selalu berolahraga. “Intinya jaga pola hidup sehat, dan jika ada tanda-tanda terkena penyakit ini, langsung periksa ke dokter dan langsung diobati,” tukas Wetik. (cw-01/fgn)

Kirim Komentar