08 Okt 2016 12:20
Relawan Pengajar Komunitas Dinding, Dedikasi untuk Anak-anak Pasar Bersehati

Sulap Tempat Jemur Rica Jadi Kelas Menyenangkan

MyPassion
FOTO: Paul Bawole

MANADOPOST - Akhir pekan merupakan momen berharga bagi semua orang. Apalagi buat anak Kedokteran yang kayaknya jarang mendapatkan libur dan dihantui seabrek tugas serta materi. Saat yang lain memilih untuk lenje-lenje mager di rumah atau hangout dan refreshing di akhir minggu, Syafiq Suheli punya cara tersendiri menghabiskan waktu emasnya tersebut.

Mahasiswa Fakultas Kedokteran Unsrat ini memanfaatkan waktu akhir pekannya untuk mengajar anak-anak di lantai 3 Pasar Bersehati Manado. Syafiq tergabung dalam relawan pengajar muda Komunitas Dinding. Datang dari panggilan jiwa dan passion dalam mengajar, ia pun meluangkan waktunya di sela-sela padatnya rutinitas seorang mahasiswa kedokteran untuk anak-anak Pasar Bersehati. Setiap hari Sabtu mereka rutin mengajar anak-anak putus sekolah, anak-anak terlantar dan anak-anak kurang mampu di lingkungan Pasar Bersehati.

Uniknya lagi, Komunitas Dinding mampu menyulap area tempat jualan rica (cabai) menjadi kelas yang menyenangkan bagi anak-anak Pasar Bersehati. "Kami mengajarkan baca  tulis, berhitung, Matematika dasar, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dasar dan keterampilan," ujarnya bersemangat. Tidak hanya materi pengajaran yang diberikan, Komunitas Dinding juga menghadirkan suasana belajar yang hangat dan seru. "Anak-anak harus mendapatkan kasih sayang. Kami juga mengajarkan tentang nilai moral kepada mereka. Agar nantinya mereka bisa menjadi sumber daya manusia yang tidak hanya punya ilmu tapi juga santun," ungkapnya.

Menurut Syafiq mengajar anak-anak di Pasar Bersehati susah-susah gampang. "Susahnya itu mereka bukan anak-anak biasa. Mereka sangat lincah dan aktif. Kami harus ekstra sabar dalam menghadapi mereka. Bahkan pertama kali saya datang, pernah rambut saya dijambak oleh salah satu anak," kenangnya sambil tertawa. Syafiq juga punya trik-trik tersendiri dalam mengajar anak-anak Pasar Bersehati. "Intinya kita harus mendapatkan hati mereka, awalnya kan pendekatan dulu, kemudian harus sabar juga selama mengajar. Kita juga sebarkan  positif vibe kepada mereka. Dan jangan lupa, niat yang tulus juga menjadi kuncinya," imbuhnya.

Syafiq bercerita, selama menjadi pengajar ia tidak hanya sekedar mengajar tapi ia juga belajar banyak hal. "Saya belajar banyak dari mereka. Pertama saya lebih memaknai arti kehidupan. Saya melihat mimpi dan cita-cita yang dengan semangatnya mereka perjuangkan. Mereka lahir dan dibesarkan dalam lingkungan yang dibilang cukup menantang, makanya anak-anak tersebut menjadi sosok yang tangguh dan tegar. Saya juga belajar bahwa anak-anak memang punya ketulusan hati yang luar biasa," pungkasnya. 

Lewat misi human for humanity ini Syafiq pun maju ke posisi top 5 Zetizen National Challenge Sulawesi Utara. Aksi ini juga memukau para dewan juri, terbukti ia berhasil menempati ranking 1 saat penjurian di babak top 20 Alpha Zetizen Sulut. Ia yakin, kebaikannya untuk anak-anak di Pasar Bersehati menjadi doa agar dia bisa terpilih menjadi Alpha Zetizen. (fau/tkg)

Kirim Komentar